Neon Bit

Beberapa bulan yang lalu, kita dikagetkan dengan berita nasional tentang penangkapan kasus kriminal penganiayaan balita di daycare Little Aresha, Umbulharjo, Bantul, Yogyakarta. Kasus ini tentu saja menjadikan banyak orang tua khawatir akan kualitas lembaga penitipan dan pembelajaran anak, tidak terkecuali untuk lembaga kursus coding untuk anak.

Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk berhati-hati dalam memilih lembaga kursus tertentu. Di dalam artikel ini, admin akan membagikan beberapa red flag kursus coding anak yang harus diwaspadai. Diharapkan dengan informasi ini, kamu dapat lebih mudah menemukan kursus coding anak yang terpercaya.

Penasaran apa saja red flag tersebut? Simak baik-baik artikel ini!

Informasi & Legalitas Lembaga Kursus yang Kurang Jelas

Red flag pertama kursus coding yang harus diwaspadai oleh orang tua adalah informasi dan legalitas lembaga kursus yang kurang jelas. Lembaga kursus coding yang bermasalah umumnya akan memberikanmu informasi pendaftaran, persyaratan, dan keuangan setengah-tengah.

Customer service akan sangat sulit dihubungi meskipun berada dalam jam kerja. Selain itu, lembaga kursus bermasalah umumnya akan menghindari pertanyaan seputar legalitas. Alih-alih menjawab pertanyaanmu, mereka justru akan membuatmu dalam keadaan tergesa-gesa, mendorong kamu mengambil keputusan cepat.

Alur Pendaftaran yang Bertele-Tele

Red flag kedua kursus coding yang harus diwaspadai adalah alur pendaftaran yang bertele-tele. Kursus coding anak tepercaya pada umumnya memiliki alur pendaftaran yang mudah dipahami dan diikuti.

Tidak ada persyaratan tidak masuk akal atau bahkan nyeleneh di dalamnya. Misalnya, orang tua yang wajib membayar terlebih dahulu sebelum mendapatkan informasi lengkap tentang program belajar, jadwal kelas, background pengajar, atau kurikulum yang digunakan.

Harga Kursus yang Terlalu Murah atau Terlalu Mahal Dibandingkan Pasaran

Selanjutnya adalah harga kursus yang terlalu murah atau terlalu mahal. Kursus coding anak tepercaya pada dasarnya memiliki harga yang tidak terlalu rendah atau ketinggian dari pasar. Prinsipnya sederhana, ada harga ada kualitas.

Adapun kursus coding anak yang bermasalah, umumnya memiliki harga yang jauh lebih rendah dari pasaran. Harga rendah memang tidak selalu menjadi patokan utama, hanya saja fasilitas dan kualitas belajar mengajar yang didapatkan biasanya juga menyesuaikan.

Banyak Menerima Testimoni Negatif

Berikutnya adalah kursus coding anak yang banyak menerima testimoni negatif. Sebagai orang tua, kamu bisa mengecek testimoni ini di halaman Google Reviews, website penyedia kursus, kolom komentar media sosial penyedia kursus, misal dari Instagram dan TikTok, dan lain-lain.

Baca setiap testimoni tersebut dengan seksama dan pastikan kritik yang didapatkan bersifat objektif. Apakah ini artinya lembaga kursus coding anak yang mendapatkan banyak testimoni positif dapat dipercaya? Belum tentu. Saat ini ada banyak pebisnis nakal yang membeli testimoni palsu.

Kamu harus tetap membaca dan memperhatikan setiap testimoni yang didapatkan.

Kurikulum yang Disusun Sudah Ketinggalan Zaman atau Tidak Sesuai Umur Anak

Red flag berikutnya adalah kurikulum yang disusun oleh lembaga kursus sudah ketinggalan zaman, alias tidak sesuai dengan kebutuhan terbaru industri. Kurikulum seperti ini pastinya tidak akan dapat memberikan manfaat untuk anak lebih mudah beradaptasi dengan dunia kerja.

Selain itu, kurikulum yang tidak disusun sesuai umur anak juga dapat menjadi red flag yang harus diperhatikan. Kurikulum coding yang tidak sesuai umur anak, tentu akan menjadikan anak tertekan, bosan, dan pada akhirnya malas-malasan.

Tenaga Pengajar yang Tidak Kompeten dan Relevan

Tenaga pengajar yang tidak kompeten dan relevan. Tenaga pengajar yang memiliki latar belakang teknologi yang kuat serta sertifikat mengajar coding yang kredibel, tentu memiliki kompetensi dan moralitas mengajar yang kuat.

Orientasi dari tenaga pengajar yang profesional, ahli, serta berpengalaman bukan hanya menyelesaikan SKS (Satuan Kredit Semester), tetapi juga soal kenyamanan belajar anak secara umum. Anak menjadi lebih bersemangat dalam belajar.

Metode Belajar yang Penuh dengan Teori

Berkaitan erat dengan kualitas pengajar, adalah metode belajar yang diterapkan. Di kursus coding tepercaya seperti Neon Bit, metode belajar yang diterapkan adalah Learning by Doing. Anak akan mempelajari materi coding dari praktik langsung melalui media game atau storytelling.

Tidak hanya individu, materi coding ini juga akan dipelajari secara berkelompok. Menjadikan anak secara tidak langsung berlatih komunikasi yang baik dan kerja sama yang baik. Metode seperti ini akan membantu mereka memahami dengan baik apa itu tanggung jawab.

Fasilitas Belajar yang Tidak Memadai

Kurikulum sesuai standar industri, tenaga pengajar dari kalangan ahli, metode belajar yang digunakan relevan, tetapi fasilitas belajar yang digunakan tidak memadai, maka manfaat belajar coding yang didapatkan tetap tidak akan maksimal.

Hal ini wajar mengingat coding mengharuskan kita untuk memiliki perangkat komputer dengan spesifikasi tertentu. Terhubung ke dalam koneksi internet yang stabil. Tidak hanya itu, orang tua juga harus memperhatikan kualitas meja, kursi, ruang belajar yang disediakan oleh penyedia kursus.

Tidak Ada Laporan Perkembangan Belajar Anak

Menjelang akhir, adalah tidak adanya laporan perkembangan belajar anak. Kursus coding anak tepercaya secara berkala akan memberikan laporan ini kepada orang tua. Laporan ini dapat berupa hasil tugas, progress materi, kemampuan anak, dan evaluasi belajar selama kelas berlangsung.

Jika penyedia kursus tidak memberikan laporan ini, tentu saja orang tua akan kesulitan dalam mengukur efektivitas investasi pendidikan yang dilakukan.

Tidak Ada Trial Class

Terakhir adalah tidak adanya trial class. Kebanyakan penyedia kursus saat ini termasuk Neon Bit, sudah menyediakan trial class ke dalam program pendidikannya.

Program ini membantu orang tua lebih mudah melihat langsung metode belajar, kualitas pengajar, hingga suasana kelas yang diterapkan. Trial class menjadi pertanda kuat bahwa penyedia kursus coding dapat dipercaya.

FAQ Seputar Kursus Coding Anak

1. Mengapa orang tua perlu lebih teliti sebelum memilih kursus coding untuk anak?

Karena kualitas kursus coding akan sangat memengaruhi kenyamanan dan perkembangan belajar anak.

2. Mengapa trial class dianggap penting sebelum mendaftarkan anak ke kursus coding?

Trial class dapat membantu orang tua melihat langsung kualitas pengajar, metode belajar, suasana kelas, dan kenyamanan anak saat belajar coding.

Kesimpulan

Inilah penjelasan lengkap tentang red flag kursus coding anak. Penting bagi orang tua untuk mengetahui 10 red flag ini.

Apabila kamu berminat mendaftarkan anaknya ke Program Kelas Coding untuk Anak, Neon Bit adalah rekomendasi terbaik.

Neon Bit sudah bekerja sama dengan banyak lembaga pendidikan ternama seperti Neuron Yogyakarta, IONs, Archimedes Academy, Integral Offset, dan lain-lain.

Silakan daftar anak segera melalui program trial class gratis, atau konsultasi terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp admin di 62 858‑2318‑65

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *