
Yogyakarta, 14 Agustus 2026 — Sekolah Tumbuh menjalin kerja sama dengan PT Vortex Buana Edumedia melalui Neon Bit untuk meresmikan program ekstrakurikuler Club Coding dan Club Robotik bagi siswa jenjang SMP dan SMA. Kerja sama tersebut ditandai sebagai bagian dari penguatan pembelajaran teknologi inklusi untuk kesetaraan kesempatan belajar dan berkelanjutan bagi siswa.
Pada jenjang SMP dan SMA, Sekolah Tumbuh juga menempatkan kompetensi global dan teknologi digital sebagai bagian dari arah pendidikannya. Hal tersebut menjadi salah satu titik temu dengan pendekatan pembelajaran Neon Bit yaitu, mengembangkan pembelajaran melalui STEAM, Computational Thinking, dan Project-Based Learning. Pendekatan ini mendorong siswa belajar logika, memecahkan masalah, bereksperimen, dan menghasilkan karya melalui teknologi. Program ini diikuti oleh 19 siswa SMP–SMA dan menjadi klub ekstrakurikuler dengan jumlah peminat terbanyak kedua pada tahun ajaran ini. Pelaksanaannya dibagi dalam dua semester, dengan Club Coding berfokus pada 3D Game Development di Semester 1 dan Club Robotik di Semester 2. Masing-masing program terdiri atas 10 sesi pembelajaran dengan durasi 60 menit per pertemuan. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis.

Program ini juga diarahkan menjadi ruang belajar yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk berkembang sesuai kemampuan dan kebutuhannya. Semangat tersebut selaras dengan karakter Sekolah Tumbuh yang memandang keberagaman kemampuan dan kebutuhan belajar sebagai bagian dari lingkungan pendidikan yang inklusif. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Daya Prisandi Mandala, M.Pd., Gr., Kepala SMA Tumbuh , menilai bahwa sekolah membutuhkan program teknologi yang adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran sekaligus mampu mengikuti perkembangan minat siswa.
“Kami melihat minat siswa terhadap coding dan robotik cukup tinggi, sehingga sekolah ingin menyediakan ruang belajar yang lebih terarah dan relevan. Dari perkiraan awal sekitar 10 siswa, ternyata program ini diikuti kurang lebih 19 siswa dan menjadi ekstrakurikuler dengan jumlah peminat terbanyak kedua. Kami mempercayakan pelaksanaannya kepada Neon Bit karena programnya fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Sekolah Tumbuh, termasuk menghadirkan coding 3D visual dan robotik dalam satu tahun ajaran.” — Daya Prisandi Mandala, M.Pd., Gr., Kepala SMA Tumbuh
Bagi Neon Bit, kepercayaan Sekolah Tumbuh tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan pembelajaran teknologi yang terstruktur dalam lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman. Pendampingan mentor dan pembelajaran berbasis proyek menjadi bagian penting dalam membantu siswa mengeksplorasi teknologi sesuai proses belajarnya. Sementara itu, Ahmad Syihabuddin Zankie, COO PT Vortex Buana Edumedia sekaligus perwakilan Neon Bit , melihat kerja sama ini sebagai langkah yang sejalan dengan visi Neon Bit untuk mendorong anak dan remaja berkembang dari pengguna menjadi pencipta melalui teknologi.
“KKA sudah masuk dalam kebijakan nasional, tetapi kebijakan tidak otomatis berubah menjadi pembelajaran. Yang menentukan bukan seberapa cepat sekolah mengadopsi istilahnya, tetapi apakah siswa benar-benar menghasilkan karya di akhir semester. Karena itu, program ini kami rancang dalam 20 sesi sepanjang dua semester, bukan sekadar workshop satu hari. Sekolah Tumbuh mengambil langkah yang saya yakin akan diikuti semakin banyak sekolah dalam dua sampai tiga tahun ke depan.” — Ahmad Syihabuddin Zankie, COO PT Vortex Buana Edumedia sekaligus perwakilan Neon Bit.
Kerja sama ini juga mendukung penguatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang menjadi bagian dari kebijakan kurikulum nasional 2025. Kemendikdasmen membuka implementasi KKA melalui berbagai bentuk pembelajaran termasuk ekstrakurikuler koding dan robotika. Dengan penekanan pada kesetaraan akses belajar serta fleksibilitas strategi sesuai kebutuhan peserta didik. Peresmian program ini diharapkan memperluas akses pembelajaran teknologi yang inklusif dan relevan. Sekaligus mendorong kreativitas, computational thinking, problem solving, dan keberanian siswa untuk berkarya dengan teknologi.
Sekolah dan institusi pendidikan yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai program Club Coding, Club Robotik, serta peluang kolaborasi bersama Neon Bit dapat mengunjungi bit.neon.id atau mengikuti Instagram @neonbit.id. Tentang Neon Bit Neon Bit merupakan program pembelajaran coding dan teknologi untuk anak usia TK hingga SMA yang dikembangkan oleh PT Vortex Buana Edumedia di Yogyakarta.

Program Neon Bit dirancang sesuai tahap perkembangan dan kebutuhan belajar anak melalui pendekatan STEAM, Computational Thinking, dan Project-Based Learning. Pembelajaran dilakukan melalui eksplorasi, permainan, dan pembuatan proyek teknologi agar siswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami dan menciptakan teknologi. Melalui pendekatan tersebut, Neon Bit membantu mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, problem solving, kolaborasi, serta keterampilan digital dalam lingkungan belajar yang inklusif dan menyenangkan.
Tentang Neon Bit
Neon Bit merupakan program pembelajaran coding dan teknologi untuk anak usia TK hingga SMA yang dikembangkan oleh PT Vortex Buana Edumedia di Yogyakarta. Program Neon Bit dirancang sesuai tahap perkembangan dan kebutuhan belajar anak melalui pendekatan STEAM, Computational Thinking, dan Project-Based Learning. Pembelajaran dilakukan melalui eksplorasi, permainan, dan pembuatan proyek teknologi agar siswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami dan menciptakan teknologi. Melalui pendekatan tersebut, Neon Bit membantu mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, problem solving, kolaborasi, serta keterampilan digital dalam lingkungan belajar yang inklusif dan menyenangkan.
Artikel Ini Juga Dimuat di
Kerja sama antara Neon Bit dan Sekolah Tumbuh juga diberitakan oleh sejumlah media. Baca liputan selengkapnya melalui tautan berikut: