Neon Bit Perkenalkan STEM dalam Seminar Parenting SD INTIS Yogyakarta
October 16, 2026
Neon Bit memperkenalkan pembelajaran coding sebagai aktivitas digital produktif bagi anak dalam seminar parenting SD INTIS School Yogyakarta bertajuk “Gadget Bikin Gereget”. Partisipasi ini sekaligus memperkuat kredibilitas Neon Bit yang telah terakreditasi internasional STEM.org dan penghargaan Best In STEM™ Top 1%.
YOGYAKARTA, 10 Oktober 2026 — Neon Bit kembali berpartisipasi dalam kegiatan Seminar Parenting SD INTIS School Yogyakarta bertajuk “Gadget Bikin Gereget: Mendampingi Anak Memasuki Era Digital” yang diselenggarakan di The Alana Hotel & Conference Centre Malioboro, Yogyakarta. Neon Bit menyampaikan presentasi tentang pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) melalui coding sebagai salah satu alternatif aktivitas digital yang lebih kreatif dan produktif bagi anak. Selain sesi presentasi, Neon Bit juga membuka booth bagi orang tua untuk mengenal program dan berkonsultasi mengenai pilihan kelas yang sesuai dengan usia serta minat anak.
Seminar parenting yang dihadiri sekitar 160 peserta ini menghadirkan Muhammad Zia Ul Haq, S.Sn., M.Ds. atau yang dikenal sebagai Bang Dzia, penulis buku Menjaga Mata Anak Kita, dan Isye Dewi sebagai moderator. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi orang tua dalam memahami tantangan penggunaan gadget pada anak. Selain sesi seminar, kegiatan juga diramaikan dengan kehadiran sejumlah stand bazar dan pembagian doorprize bagi peserta.
Menurut Ms. Nana, perwakilan Komite SD INTIS School Yogyakarta, kegiatan parenting merupakan agenda rutin yang diselenggarakan satu hingga dua kali dalam setahun. Kegiatan ini menjadi ruang bagi sekolah dan orang tua untuk bertukar wawasan mengenai perkembangan anak, baik di lingkungan pendidikan maupun keluarga.
Tema penggunaan gadget dipilih karena anak-anak semakin dekat dengan perangkat digital sejak usia sekolah dasar. Kondisi tersebut membuat pendampingan orang tua menjadi penting, bukan hanya dalam mengatur waktu penggunaan perangkat, tetapi juga memastikan konten yang dikonsumsi anak sesuai dengan usia dan kebutuhannya.
“Orang tua perlu memberikan batasan yang jelas, baik mengenai durasi penggunaan gadget maupun konten yang boleh diakses anak. Dengan pendampingan yang tepat, anak tetap dapat mengikuti perkembangan teknologi secara lebih terarah,” ungkap Ms. Nana, perwakilan Komite SD INTIS School Yogyakarta.
Sejalan dengan topik seminar, Debby Aruni selaku Program Advisor Neon Bit mengajak orang tua melihat penggunaan gadget dari sudut pandang yang berbeda. Dalam sesi pengenalan program, Debby membahas perbedaan antara screen time pasif, seperti menonton video atau bermain game tanpa tujuan pembelajaran tertentu, dengan screen time aktif yang melibatkan anak dalam proses berpikir, berkreasi, dan menyelesaikan tantangan.
“Kami percaya anak dapat mengeksplorasi lebih jauh ketika belajar sesuai minatnya. Melalui coding, anak tidak hanya menggunakan teknologi untuk bermain, tetapi juga belajar menciptakan karya digitalnya sendiri,” jelas Debby Aruni, Program Advisor Neon Bit.
Sebagai contoh penerapannya, Neon Bit memperkenalkan STEM melalui coding. Dengan pendekatan interest-based learning, anak dapat mulai mengenal teknologi dari aktivitas yang dekat dengan minatnya, seperti membuat game dan animasi. Proses tersebut memberi kesempatan kepada anak untuk memahami dasar pemrograman sekaligus melatih logika, kreativitas, dan kemampuan problem solving.
Komitmen Neon Bit dalam menghadirkan pembelajaran teknologi juga didukung oleh pengakuan internasional dari STEM.org Educational Research. Neon Bit telah memperoleh akreditasi STEM.org Accredited™ untuk kategori Educational Experience serta penghargaan Best In STEM™ Top 1% Distinction. Dari sisi tenaga pengajar, Neon Bit juga didukung oleh mentor bersertifikasi STEM.org yang memiliki kredensial STEM.org Certified™ untuk kategori Educational Instructor.
Sejumlah siswa SD INTIS yang telah mengikuti kelas coding bersama Neon Bit telah merasakan bagaimana belajar dan menghasilkan berbagai karya digital. Tidak hanya berkarya di dalam kelas, beberapa siswa Neon Bit juga telah mengikuti ajang kompetisi coding tingkat nasional maupun internasional. Kesempatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus membangun kepercayaan diri dalam memperkenalkan hasil karya mereka.
Kehadiran Neon Bit dalam seminar parenting ini sekaligus melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin dengan SD INTIS School Yogyakarta. Sebelumnya, Neon Bit telah beberapa kali mendukung kegiatan sekolah melalui open booth pada acara parenting dan graduation, serta menghadirkan workshop coding bagi siswa kelas 4. Pada Juni 2026, keduanya juga berkolaborasi menyelenggarakan Mini Workshop Unplugged Learning untuk 20 siswa kelas 1 SD INTIS, dengan memperkenalkan konsep dasar computational thinking melalui permainan logika tanpa gadget.
Melalui kegiatan ini, Neon Bit berharap semakin banyak orang tua memahami bahwa penggunaan teknologi dapat diarahkan menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Kehadiran Neon Bit di lingkungan sekolah juga membuka kesempatan bagi keluarga untuk mengenal pembelajaran coding dan STEM sebagai sarana mengembangkan kreativitas serta keterampilan digital anak sejak dini.
Sekolah yang ingin menghadirkan pembelajaran teknologi yang aplikatif bagi siswanya dapat berkolaborasi dengan Neon Bit melalui workshop, pengenalan coding, maupun program pembelajaran STEM sesuai kebutuhan sekolah. Kolaborasi ini membuka ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi teknologi sekaligus mengembangkan logika, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah melalui proyek nyata. Untuk mendiskusikan rancangan program bagi sekolah Anda, hubungi tim Neon Bit melaluibit.neon.iddan pesan langsung ke Instagram @neonbit.id.
Tentang Neon Bit
Neon Bit merupakan penyedia program pembelajaran Coding, Robotic & AI untuk anak usia 4–18 tahun di bawah naungan Neutron Yogyakarta yang telah memperoleh akreditasi STEM.org dan pengakuan Best in STEM Top 1%. Didukung oleh mentor bersertifikasi STEM.org, Neon Bit menerapkan pendekatan interest-based learning dan project-based learning untuk mengembangkan computational thinking, kreativitas, problem solving, serta keterampilan digital anak melalui kelas reguler, workshop, dan kolaborasi bersama sekolah.