
Teknologi semakin berkembang di dunia yang serba cepat ini, sehingga anak perlu dibekali kemampuan berpikir logis dan memecahkan masalah sejak dini. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, pendidikan STEM hadir dengan pendekatan yang mengintegrasikan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika. Melalui pendekatan ini, anak diajak memahami berbagai konsep sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan STEM membantu anak memahami hubungan antara pelajaran dan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan praktis, anak diajak mengamati sebab akibat, menguji ide, dan mencoba berbagai solusi. Proses tersebut mendorong mereka untuk bertanya dan mengeksplorasi rasa ingin tahu.
Kegiatan belajar STEM anak bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mengamati pertumbuhan tanaman atau membuat bangunan dari balok. Kini, kegiatan tersebut juga dapat didukung melalui aplikasi di gadget. Aplikasi pembelajaran STEM anak menyediakan aktivitas interaktif untuk mengeksplorasi berbagai konsep sambil bermain, termasuk mengenal logika dan dasar pemrograman.
Dalam artikel ini, pilihan aplikasi difokuskan pada kegiatan belajar coding. Orang tua dapat menyesuaikannya dengan usia dan minat anak. Simak enam rekomendasi aplikasi pembelajaran STEM anak berikut!
6 Rekomendasi Aplikasi Pembelajaran STEM pada Anak
Aplikasi pembelajaran STEM terkhusus untuk belajar coding anak menawarkan beragam kegiatan menarik, mulai dari membuat animasi hingga menyelesaikan teka-teki. Agar anak bisa mengikuti kegiatan dengan nyaman, pilih aplikasi yang sesuai dengan usia dan kemampuannya.
1.ScratchJr
ScratchJr meruapakan aplikasi coding anak yang dirancang untuk usia 5–7 tahun dengan tampilan yang lebih sederhana dari Scratch. Melalui fitur drag-and-drop blok bergambar, anak bisa membuat cerita interaktif, animasi, dan game sederhana tanpa mengetik kode. Kegiatan ini membantu mereka memahami urutan langkah dan mencoba menyelesaikan masalah sambil mengembangkan ide cerita sendiri.
2. Blockly
Dengan blok menyerupai potongan puzzle, Blockly membantu anak memahami logika pemrograman tanpa harus mengetik sintaks yang rumit. Perangkat lunak open source buatan Google ini digunakan untuk membangun antarmuka pemrograman visual yang mengenalkan konsep seperti variabel, perulangan, dan kondisi. Salah satu penerapannya adalah Blockly Games, yang menyediakan permainan interaktif untuk mendukung kegiatan belajar coding anak.
3. Tynker
Tynker mengajak anak belajar coding melalui proyek kreatif, seperti membuat game, animasi, hingga kreasi bertema Minecraft. Materinya tersedia dalam beberapa tingkat kesulitan yang dapat disesuaikan dengan usia dan pengalaman anak. Pembelajaran dimulai dari menyusun blok visual untuk pemula, lalu berlanjut ke bahasa pemrograman seperti Python dan JavaScript.
4. Code.org
Di Code.org, anak dapat mengikuti kegiatan pemrograman interaktif dengan tema populer seperti Minecraft. Situs edukasi nirlaba ini menyediakan latihan berbasis blok agar anak bisa memahami logika pemrograman sambil menyelesaikan tantangan. Kursus dan kurikulumnya tersedia gratis, sehingga orang tua maupun guru dapat menggunakannya untuk mendampingi anak belajar.
5. Snap!
Untuk anak yang sudah terbiasa dengan Scratch, Snap! menawarkan pemrograman visual dengan fitur yang lebih lanjut. Platform yang dikembangkan dengan keterlibatan UC Berkeley ini dapat diakses melalui browser untuk membuat blok sendiri, mengolah daftar data, dan mengatur alur program. Kemampuannya cocok untuk mendalami ilmu komputer, terutama bagi pelajar SMA yang ingin mengeksplorasi konsep pemrograman lebih kompleks.
6. Lightbot
Lightbot mengenalkan logika pemrograman melalui teka-teki yang meminta anak mengarahkan robot kecil berwarna biru untuk menyalakan lampu di petak tertentu. Anak cukup menyusun perintah visual berupa lampu tersebut agar robot mencapai tujuan, sekaligus mempelajari urutan langkah, prosedur, dan pengulangan. Sebagai game edukasi STEM, permainan ini mendorong mereka mencoba dan memperbaiki susunan perintah hingga tantangannya selesai.
Mengapa Belajar STEM Membutuhkan Pendampingan Mentor?
Belajar STEM melalui aplikasi memberi anak kesempatan untuk bereksplorasi dan mencoba berbagai tantangan secara mandiri. Kegiatan ini baik untuk melatih rasa ingin tahu dan keberanian anak dalam mencoba ide sendiri. Namun, saat menemui kesulitan, anak bisa kehilangan fokus sehingga membutuhkan pendampingan untuk melanjutkan belajarnya.
STEM menggabungkan sains, teknologi, teknik, dan matematika untuk membantu anak memahami konsep sekaligus menerapkannya. Saat belajar melalui aplikasi pembelajaran STEM, anak terkadang membutuhkan penjelasan tambahan agar memahami hubungan antara materi dan aktivitas yang dikerjakan. Mentor dapat membantu menjelaskan hubungan tersebut serta membimbing anak mencari solusi ketika percobaannya belum berhasil.
Pendampingan mentor juga membantu orang tua yang belum akrab dengan pembelajaran STEM. Mentor dapat menyusun kegiatan secara bertahap dan menyesuaikan tantangan dengan kemampuan anak agar mereka tidak cepat bosan. Dengan begitu, anak bisa belajar lebih terstruktur dan mengembangkan ide hingga menghasilkan proyek karya mereka sendiri.
Kembangkan Potensi Digital Anak Bersama Neon Bit!
Kegiatan belajar STEM dapat terasa menyenangkan bagi anak ketika minat mereka mendapatkan ruang untuk berkembang. Aplikasi seperti ScratchJr dapat menjadi langkah awal untuk mencoba berbagai ide melalui cerita, animasi, dan game sederhana untuk belajar coding. Dari kegiatan tersebut, anak mulai mengenal bahwa teknologi juga bisa digunakan untuk membuat karya sendiri.
Minat ini dapat dikembangkan lebih jauh melalui pendampingan mentor dan kurikulum yang sesuai dengan kemampuan anak. Dengan pembelajaran yang terstruktur, anak bisa memahami dasar coding, mencoba tantangan baru, dan belajar menyelesaikan proyek secara bertahap. Neon Bit hadir sebagai kursus coding anak untuk mendampingi proses tersebut agar merkea berkembang dari konsumen menjadi kreator digital.
Neon Bit merupakan les coding anak di Jogja dengan kredensial STEM.org Accredited untuk Educational Experience. Pembelajarannya didampingi mentor dengan kredensial STEM.org Certified untuk membantu anak mengembangkan keterampilan digital melalui coding. Pilihan programnya disesuaikan dengan usia anak, mulai dari pengenalan pemrograman visual hingga pengembangan website dan pemanfaatan AI.

- Usia 4–8 tahun — Code & Tell (Visual Programming)
Anak mengenal dasar berpikir komputasional melalui aktivitas visual menggunakan ScratchJr. Permainan dan cerita interaktif membantu mereka memahami urutan instruksi dengan cara yang sesuai untuk usia dini. - Usia 8–10 tahun — Code & Play (Game Development)
Anak mulai membuat game sederhana menggunakan Scratch sambil mengembangkan ide sendiri. Melalui proyek tersebut, mereka berlatih menyusun logika dan menyelesaikan masalah. - Usia 10–15 tahun — Code & Play, Code & Explore, dan Ask & Study
Pilihan pembelajaran mencakup Scratch dan mBlock, pembuatan game 3D menggunakan Roblox Studio, serta pengenalan pengembangan website. Anak juga dikenalkan pada berbagai alat AI untuk mendukung kegiatan belajar secara produktif. - Usia 15–18 tahun — Code & Web dan Ask & Study
Peserta mempelajari pengembangan software dan website menggunakan HTML, CSS, serta JavaScript. Pemanfaatan AI turut dikenalkan untuk membantu proses belajar dan pengembangan proyek digital.
Setiap anak memiliki minat dan kesiapan belajar yang berbeda, sehingga pilihan kelas perlu disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Melalui Free Trial Class Neon Bit, anak dapat mencoba pengalaman belajar sebelum mengikuti program lebih lanjut. Klik tautan konsultasi dan pendaftaran Trial Class Gratis untuk berdiskusi mengenai minat anak dan menemukan kelas yang paling sesuai.
Kesimpulan
Enam aplikasi pembelajaran STEM anak di atas dapat membantu mengubah screen time menjadi waktu belajar yang lebih produktif. Melalui kegiatan membuat cerita, menyusun perintah, hingga merancang game, anak bisa bermain sekaligus mengembangkan keterampilan digital. Dengan pilihan aktivitas yang sesuai usia dan kemampuan, penggunaan gadget pun menjadi kesempatan untuk belajar dan menghasilkan karya.
Proses belajar coding anak akan lebih terarah dengan dukungan mentor dan kurikulum yang tepat. Anak dapat memperoleh bimbingan untuk memahami konsep, mengatasi kesulitan, dan mengembangkan idenya menjadi proyek pribadi. Sebagai les coding anak, Neon Bit hadir menjadi mitra orang tua dalam mendampingi proses tersebut sekaligus mempersiapkan keterampilan digital masa depan anak.

Ingin menemukan kegiatan coding yang sesuai dengan minat anak? Kenali pilihan program Neon Bit dan manfaatkan Free Trial Class agar anak bisa mencoba pengalaman belajarnya terlebih dahulu. Klik Lihat Program Neon Bit atau Konsultasi via WhatsApp untuk berdiskusi dan memilih kelas yang paling sesuai.