Global Cahaya Bangsa Integrasikan Coding dan Robotik dari SD hingga SMA Bersama Neon Bit

Kemitraan satu tahun ajaran menghadirkan pembelajaran teknologi berjenjang SD-SMA, dari computational thinking hingga proyek robotik. SLEMAN, YOGYAKARTA – 27 Agustus 2026 – Global Cahaya Bangsa memperkuat pembelajaran teknologi bagi peserta didiknya melalui kemitraan pendidikan bersama Neon Bit, program pembelajaran coding dan AI dari PT Vortex Buana Edumedia. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Global Cahaya Bangsa mengintegrasikan pembelajaran coding dan computational thinking pada jenjang SD serta robotik pada jenjang SMP dan SMA melalui program intrakurikuler bersama Neon Bit. Kolaborasi tersebut melibatkan 71 siswa dalam lima kelas. Sebanyak 24 siswa SD mengikuti Kelas Logic dan Kelas Pixel, sementara 47 siswa SMP dan SMA terbagi dalam Kelas 7 Helix, Kelas 7 Cyber, dan Kelas 10 Nova. Program dirancang berlangsung selama dua semester dengan materi, perangkat pembelajaran, pendampingan mentor, serta evaluasi perkembangan siswa. Kepala SMP & SMA Global Cahaya Bangsa, Nur Wijayanto, mengatakan bahwa penguatan keterampilan teknologi menjadi bagian dari respons sekolah terhadap perubahan kebutuhan pendidikan. Sebagai sekolah yang mengedepankan pembelajaran AI, coding, dan STEAM, Global Cahaya Bangsa melihat kompetensi tersebut semakin penting untuk dipersiapkan sejak dini. “Dunia pendidikan perlu terus beradaptasi, khususnya dalam pembelajaran coding dan artificial intelligence. Kami melihat kompetensi tersebut menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi siswa. Karena itu, kolaborasi dengan Neon Bit menjadi salah satu upaya kami untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengenal, memahami, dan mengembangkan keterampilan coding serta AI sejak dini,” ujar Kepala Sekolah Nur Wijayanto. Menurut Kepala Sekolah, pemilihan Neon Bit sebagai mitra berangkat dari kesesuaian fokus pembelajaran yang ditawarkan dengan kebutuhan sekolah. Global Cahaya Bangsa sebelumnya mengenal Neon Bit melalui expo di Yogyakarta dan melihat fokus Neon Bit dalam pembelajaran coding dan teknologi sebagai salah satu pertimbangan dalam membangun kerja sama. Program yang berlangsung selama satu tahun ajaran tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman terhadap teknologi, tetapi juga membangun kemampuan siswa untuk menerapkannya dalam kehidupan dan menghadapi kebutuhan di masa depan. “Kami berharap setelah lulus dari Global Cahaya Bangsa, siswa tidak hanya memahami pentingnya AI dan mampu melakukan coding, tetapi juga dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk menghadapi kebutuhan mereka di masa depan. Kami berharap kerjasama dengan Neon Bit dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa sekaligus membantu orang tua mempersiapkan anak menghadapi perkembangan teknologi,” lanjut Kepala Sekolah Nur Wijayanto. Di sisi lain, Kepala SD Global Cahaya Bangsa, Erna Widyastuti, S.Si., M.Pd. Gr, berharap keterampilan yang diperoleh siswa dapat terus berkembang di luar kelas. Sekolah juga mendorong siswa untuk aktif mengikuti perlombaan coding dan robotik sebagai ruang untuk mengembangkan karya, menambah pengalaman, dan menguji kemampuan. “Dalam beberapa tahun ke depan, KKA akan menjadi bagian yang semakin penting dalam pendidikan. Sekolah yang mulai membangun fondasinya hari ini akan lebih siap membantu siswa beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus memanfaatkannya secara produktif. Kolaborasi Neon Bit dengan Global Cahaya Bangsa menjadi salah satu bentuk implementasi itu, dengan pembelajaran teknologi yang ditempatkan dalam program intrakurikuler dan dirancang berjenjang dari SD hingga SMA. Tujuannya agar siswa tidak hanya mengenal coding dan AI sebagai konsep, tetapi juga mampu berpikir, bereksperimen, dan menciptakan solusi melalui teknologi.” Ahmad Syihabuddin Zankie, COO PT Vortex Buana Edumedia sekaligus perwakilan Neon Bit Kolaborasi antara Global Cahaya Bangsa dan Neon Bit ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran teknologi secara berjenjang dan berkelanjutan dari SD hingga SMA, mulai dari membangun fondasi berpikir komputasional hingga menerapkannya melalui coding, robotik, dan pengembangan proyek. Kemitraan ini menempatkan pembelajaran teknologi sebagai bagian dari program intrakurikuler sekolah, dengan pendekatan yang berjenjang dari penguatan computational thinking di SD hingga penerapan coding dan robotik berbasis proyek di SMP dan SMA. Sekolah dan institusi pendidikan yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai program Coding, Robotik, dan kemitraan sekolah bersama Neon Bit dapat mengunjungi bit.neon.id atau mengikuti Instagram @neonbit.id. Tentang Neon Bit Neon Bit merupakan program pembelajaran coding dan teknologi untuk anak usia TK hingga SMA yang dikembangkan oleh PT Vortex Buana Edumedia di Yogyakarta. Program Neon Bit dirancang sesuai tahap perkembangan dan kebutuhan belajar anak melalui pendekatan STEAM, Computational Thinking, dan Project-Based Learning. Pembelajaran dilakukan melalui eksplorasi, permainan, coding, serta pengembangan proyek teknologi agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara kerjanya dan mampu menciptakan sesuatu dengan teknologi. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, problem solving, kolaborasi, serta keterampilan digital siswa. Artikel Ini Juga Dimuat di Kerja sama antara Neon Bit dan Global Cahaya Bangsa juga diberitakan oleh sejumlah media. Baca liputan selengkapnya melalui tautan berikut:
SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Hadirkan Pembelajaran Teknologi melalui Club Coding dan Robotik

Yogyakarta, 14 Agustus 2026 — Sekolah Tumbuh menjalin kerja sama dengan PT Vortex Buana Edumedia melalui Neon Bit untuk meresmikan program ekstrakurikuler Club Coding dan Club Robotik bagi siswa jenjang SMP dan SMA. Kerja sama tersebut ditandai sebagai bagian dari penguatan pembelajaran teknologi inklusi untuk kesetaraan kesempatan belajar dan berkelanjutan bagi siswa. Pada jenjang SMP dan SMA, Sekolah Tumbuh juga menempatkan kompetensi global dan teknologi digital sebagai bagian dari arah pendidikannya. Hal tersebut menjadi salah satu titik temu dengan pendekatan pembelajaran Neon Bit yaitu, mengembangkan pembelajaran melalui STEAM, Computational Thinking, dan Project-Based Learning. Pendekatan ini mendorong siswa belajar logika, memecahkan masalah, bereksperimen, dan menghasilkan karya melalui teknologi. Program ini diikuti oleh 19 siswa SMP–SMA dan menjadi klub ekstrakurikuler dengan jumlah peminat terbanyak kedua pada tahun ajaran ini. Pelaksanaannya dibagi dalam dua semester, dengan Club Coding berfokus pada 3D Game Development di Semester 1 dan Club Robotik di Semester 2. Masing-masing program terdiri atas 10 sesi pembelajaran dengan durasi 60 menit per pertemuan. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis. Program ini juga diarahkan menjadi ruang belajar yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk berkembang sesuai kemampuan dan kebutuhannya. Semangat tersebut selaras dengan karakter Sekolah Tumbuh yang memandang keberagaman kemampuan dan kebutuhan belajar sebagai bagian dari lingkungan pendidikan yang inklusif. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Daya Prisandi Mandala, M.Pd., Gr., Kepala SMA Tumbuh , menilai bahwa sekolah membutuhkan program teknologi yang adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran sekaligus mampu mengikuti perkembangan minat siswa. “Kami melihat minat siswa terhadap coding dan robotik cukup tinggi, sehingga sekolah ingin menyediakan ruang belajar yang lebih terarah dan relevan. Dari perkiraan awal sekitar 10 siswa, ternyata program ini diikuti kurang lebih 19 siswa dan menjadi ekstrakurikuler dengan jumlah peminat terbanyak kedua. Kami mempercayakan pelaksanaannya kepada Neon Bit karena programnya fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Sekolah Tumbuh, termasuk menghadirkan coding 3D visual dan robotik dalam satu tahun ajaran.” — Daya Prisandi Mandala, M.Pd., Gr., Kepala SMA Tumbuh Bagi Neon Bit, kepercayaan Sekolah Tumbuh tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan pembelajaran teknologi yang terstruktur dalam lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman. Pendampingan mentor dan pembelajaran berbasis proyek menjadi bagian penting dalam membantu siswa mengeksplorasi teknologi sesuai proses belajarnya. Sementara itu, Ahmad Syihabuddin Zankie, COO PT Vortex Buana Edumedia sekaligus perwakilan Neon Bit , melihat kerja sama ini sebagai langkah yang sejalan dengan visi Neon Bit untuk mendorong anak dan remaja berkembang dari pengguna menjadi pencipta melalui teknologi. “KKA sudah masuk dalam kebijakan nasional, tetapi kebijakan tidak otomatis berubah menjadi pembelajaran. Yang menentukan bukan seberapa cepat sekolah mengadopsi istilahnya, tetapi apakah siswa benar-benar menghasilkan karya di akhir semester. Karena itu, program ini kami rancang dalam 20 sesi sepanjang dua semester, bukan sekadar workshop satu hari. Sekolah Tumbuh mengambil langkah yang saya yakin akan diikuti semakin banyak sekolah dalam dua sampai tiga tahun ke depan.” — Ahmad Syihabuddin Zankie, COO PT Vortex Buana Edumedia sekaligus perwakilan Neon Bit. Kerja sama ini juga mendukung penguatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang menjadi bagian dari kebijakan kurikulum nasional 2025. Kemendikdasmen membuka implementasi KKA melalui berbagai bentuk pembelajaran termasuk ekstrakurikuler koding dan robotika. Dengan penekanan pada kesetaraan akses belajar serta fleksibilitas strategi sesuai kebutuhan peserta didik. Peresmian program ini diharapkan memperluas akses pembelajaran teknologi yang inklusif dan relevan. Sekaligus mendorong kreativitas, computational thinking, problem solving, dan keberanian siswa untuk berkarya dengan teknologi. Sekolah dan institusi pendidikan yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai program Club Coding, Club Robotik, serta peluang kolaborasi bersama Neon Bit dapat mengunjungi bit.neon.id atau mengikuti Instagram @neonbit.id. Tentang Neon Bit Neon Bit merupakan program pembelajaran coding dan teknologi untuk anak usia TK hingga SMA yang dikembangkan oleh PT Vortex Buana Edumedia di Yogyakarta. Program Neon Bit dirancang sesuai tahap perkembangan dan kebutuhan belajar anak melalui pendekatan STEAM, Computational Thinking, dan Project-Based Learning. Pembelajaran dilakukan melalui eksplorasi, permainan, dan pembuatan proyek teknologi agar siswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami dan menciptakan teknologi. Melalui pendekatan tersebut, Neon Bit membantu mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, problem solving, kolaborasi, serta keterampilan digital dalam lingkungan belajar yang inklusif dan menyenangkan. Tentang Neon Bit Neon Bit merupakan program pembelajaran coding dan teknologi untuk anak usia TK hingga SMA yang dikembangkan oleh PT Vortex Buana Edumedia di Yogyakarta. Program Neon Bit dirancang sesuai tahap perkembangan dan kebutuhan belajar anak melalui pendekatan STEAM, Computational Thinking, dan Project-Based Learning. Pembelajaran dilakukan melalui eksplorasi, permainan, dan pembuatan proyek teknologi agar siswa tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memahami dan menciptakan teknologi. Melalui pendekatan tersebut, Neon Bit membantu mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, problem solving, kolaborasi, serta keterampilan digital dalam lingkungan belajar yang inklusif dan menyenangkan. Artikel Ini Juga Dimuat di Kerja sama antara Neon Bit dan Sekolah Tumbuh juga diberitakan oleh sejumlah media. Baca liputan selengkapnya melalui tautan berikut: