Apa rasanya jika kamu punya anak yang doyan main game dari pagi hingga petang? Sebagai orang tua kita tentu merasa khawatir dengan kesehatan fisik dan mental si anak.
Perlu diketahui bahwa anak yang sudah masuk kategori kecanduan game, akan mengalami banyak gangguan kesehatan. Mulai dari kelelahan kronis, nyeri punggung, sakit kepala, kurang gizi, kecemasan, perilaku agresif, dan lain-lain.
Sebelum anak benar-benar kecanduan game, ada banyak solusi yang bisa kamu lakukan sebagai orang tua. Salah satunya adalah mengarahkan aktivitas nge-game anak menjadi skill coding yang produktif.
Bagaimana caranya? Simak baik-baik artikel ini ya!
Apa Saja Dampak Kecanduan Game untuk Anak?
Berikut ini adalah lima dampak kecanduan gaming untuk anak berdasarkan penjelasan dari Halodoc:
1. Kesehatan Mata Terganggu
Menatap layar komputer atau gadget terlalu lama saat bermain tentu saja akan menjadikan kesehatan mata si anak menurun. Mata anak menjadi lebih cepat lelah, merah, gatal, penglihatan menjadi buram, kepala pusing, dan yang paling parah adalah kerusakan saraf mata.
2. Gangguan Motorik
Motorik adalah kemampuan menggerakkan dan mengendalikan tubuh melibatkan otak, saraf, dan berbagai otot. Ketika bermain game, otak memang dilatih untuk lebih aktif. Tetapi aktivitas geraknya terbatas sesuai dengan konsol game yang digunakan. Anak jadi kurang melatih seluruh ototnya.
3. Kemampuan Komunikasi yang Berkurang Bahkan Anak Bisa Saja Terbiasa dengan Obrolan Toxic
Selanjutnya adalah kemampuan komunikasi anak yang menurun. Meskipun game dapat dimainkan bersama dengan teman online, tetap saja kemampuan komunikasi harus dilatih langsung di lingkungan nyata.
Di dunia nyata, anak bukan hanya akan belajar komunikasi verbal & non-verbal, tetapi juga mengerti kondisi langsung dari lawan bicara. Selain itu, tidak semua komunitas game benar-benar menjaga komunikasinya.
4. Menurunkan Tingkat Konsentrasi Anak
Anak yang kecanduan gaming akan merasa bahwa dunianya hanya sebatas game yang dimainkan. Sebagai orang tua kamu pasti sulit untuk menyuruh anak makan ketika berada di depan konsol gamenya.
Anak bahkan jadi sering lupa dengan tugas-tugas lain yang lebih penting untuknya sendiri. Contohnya seperti lupa makan, lupa tidur, lupa mengerjakan PR, dan banyak lupa-lupa lainnya.
5. Anak Menjadi Lebih Agresif
Kamu pasti pernah melihat anak yang merengek sejadi-jadinya ketika konsol gamenya diambil oleh orang tuanya. Kadang kala rengekan itu diikuti dengan tindakan agresif seperti melempar barang dan berkata kasar.
Anak yang sudah kecanduan gaming tidak akan berhenti merengek sampai mendapatkan kembali konsol gamenya. Tentu saja ini akan jadi masalah besar terlebih jika anak merengek di tempat umum
Apakah Game Hanya Memberikan Dampak Buruk untuk Anak?
Perlu diingat bahwa game tidak sepenuhnya buruk untuk anak. Didapatkan dari sumber yang sama, yakni Halodoc, game dapat meningkatkan kemampuan kognitif, fokus, pemecahan masalah, dan kreativitas anak.
Beberapa game bahkan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sejarah, sains, atau matematika. Contohnya seperti game Subnautica atau No Man’s Sky.
Game dapat berbahaya untuk anak apabila dimainkan berlebihan. Ingat kata kuncinya, “Segala Sesuatu yang Berlebihan, Tidaklah Baik”.
Jika anakmu suka bermain game, tidak perlu khawatir.
Yang perlu kamu lakukan mengatur jadwal khusus untuknya bermain game, mengajarkannya tentang game apa saja yang tidak boleh dimainkan serta konsekuensi jika aturan dilanggar.
Selain itu, kamu bisa lho mengubah kebiasaan bermain game anak menjadi skill coding yang produktif.
Tips Mengubah Kebiasaan Bermain Game Anak Menjadi Skill Coding yang Produktif
1. Ajarkan Anak Bahwa Membuat Game Lebih Seru Daripada Sekadar Bermain
Tips pertama yang bisa kamu lakukan sebagai orang tua adalah mengajarkan anak bahwa membuat game jauh lebih seru daripada sekadar bermain game. Gunakan analogi sederhana, seperti saat anak dapat mengubah karakter kesukaan di game favoritnya.
Seperti yang kita tahu, karakter di game hanya dapat diubah sesuai dengan pilihan item yang ada. Anak tidak bisa mengubah karakternya dengan item yang benar-benar ia suka, semisal baju dengan warna tertentu, model sepatu tertentu, dan lain-lain.
2. Memilih Platform Coding yang Identik dengan Dunia Game
Jika anak sudah mulai terpancing, langkah kedua yang mesti kamu lakukan adalah memilihkan platform coding yang identik dengan dunia game. Sesuaikan juga platform coding terpilih dengan umur anak.
Jika anak kamu berumur 4-10 tahun, Scratch dapat jadi pilihan terbaik. Untuk anak yang berumur 10-15 tahun, platform seperti mBlock dan Roblox Studio dapat menjadi pilihan yang tepat.
Ketiga platform ini terbilang bersahabat untuk anak karena tidak menuntut pemahaman coding mendalam. Berbeda dengan platform coding lain seperti Unity dan Unreal Engine.
3. Mulai dari Konsep Coding yang Sederhana
Berikutnya, anak mulai diajarkan dengan konsep coding sederhana. Sesuaikan materi coding yang diberikan dengan umur anak. Untuk umur 4-5 tahun, sebaiknya ajarkan anak untuk belajar coding dari animasi dan cerita sederhana.
Latih kreativitasnya untuk membuat narasi tokoh, suara, dan latar yang bervariasi. Dalam prosesnya, kamu harus banyak bersabar dan membiarkan anak terbiasa memecahkan masalahnya sendiri.
4. Ikutsertakan Anak ke Les Coding Profesional & Berpengelaman
Sebagai orang tua terlebih untuk kamu yang tidak berasal dari latar belakang IT dan Game, mengajarkan coding langsung kepada anak tentu akan sangat sulit. Kamu pasti bakal kesulitan menemukan materi coding yang benar-benar cocok untuk anak.
Baca Juga: Mana yang Lebih Penting, Les Coding atau Les Matematika?
Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk kamu mencoba mengikutsertakan anak ke les coding profesional dan berpengalaman. Adapun rekomendasi les coding terbaik untuk anak adalah Neon Bit.
FAQ Seputar Konten
1. Apakah anak yang suka gaming pasti akan kecanduan?
Tidak selalu. Selama ada aturan yang jelas dan pendampingan dari orang tua, aktivitas gaming masih bisa dikontrol dan bahkan diarahkan ke hal yang positif.
2. Apakah anak tanpa dasar IT tetap bisa belajar coding?
Bisa. Dengan metode yang tepat dan bertahap, anak tetap dapat belajar coding dari nol tanpa harus memiliki latar belakang IT sebelumnya.
Kesimpulan
Inilah penjelasan lengkap tips mengubah kebiasaan gaming anak jadi skill coding produktif.
Baca Juga: Kurikulum 2026 Sudah Memasukkan Koding, Apa Dampaknya untuk Anak?
Jika kamu ingin mengikutsertakan anaknya ke les coding, Neon Bit adalah solusi terbaik. Neon Bit sudah bekerja sama dengan banyak lembaga pendidikan ternama seperti Neuron Yogyakarta, IONs, Archimedes Academy, Integral Offset, dan lain-lain.
Silakan daftar anakmu segera melalui program trial class gratis, atau konsultasi terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp admin di 62 858‑2318‑6507.