Rekomendasi Kursus Coding Jogja untuk Anak, Cek Panduan Memilih Kelasnya

Perkembangan teknologi telah memasuki kehidupan anak-anak sejak usia dini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada 2024, sebanyak 35,57% anak usia dini di Indonesia telah mengakses internet. Hal ini tidak terlepas dari pemanfaatan internet dan perangkat digital untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belajar, berkomunikasi, hingga menikmati hiburan.

Kursus Coding Anak Jogja

Anak tidak harus selalu menjadi konsumen yang hanya mengakses internet sebagai. Dengan arahan yang tepat, mereka juga dapat menjadi kreator, salah satunya melalui kegiatan belajar coding. Belajar coding bisa melatih kemampuan berpikir dan kreatif anak sedari dini. Lewat pembelajaran coding yang interaktif dan menyenangkan, anak dapat belajar menciptakan game, animasi, website, dan berbagai proyek digital.

Bagi orang tua di Yogyakarta yang ingin mengarahkan anak agar lebih kreatif dan produktif dalam menggunakan gawai, kursus coding Jogja dapat menjadi salah satu pilihan. Orang tua dapat memilih kelas dengan mempertimbangkan kesesuaian program, metode pembelajaran, dan tingkat kesulitan dengan usia serta minat anak agar proses belajar terasa menyenangkan dan mudah diikuti.

Bagaimana cara memilih les coding anak Jogja yang tepat? Yuk, simak rekomendasinya dalam artikel berikut!

Apa Itu Kursus Coding Anak?

Kursus coding anak merupakan program pembelajaran yang mengenalkan pemrograman dengan metode yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Coding sering dianggap rumit karena identik dengan kode, sehingga orang tua mengira kegiatan ini hanya cocok untuk orang dewasa.

Padahal, saat ini tersedia kelas coding khusus untuk anak, lho. Berbeda dari pemrograman untuk orang dewasa yang berfokus pada syntax, kelas coding untuk anak umumnya mengenalkan konsep logika pemrograman yang lebih sederhana. Tujuan belajarnya bukan sekadar menghafalkan kode, tetapi membangun logika, kemampuan problem solving, computational thinking, dan kreativitas.

Agar pembelajaran terasa menyenangkan, kelas coding anak menggabungkan kegiatan permainan, storytelling, pembuatan animasi, dan game sederhana. Biasanya, pembelajaran lebih menekankan pendekatan project-based learning yang membantu anak menerapkan konsep yang dipelajari menjadi karya melalui real project.

Mengapa Anak Perlu Belajar Coding?

Belajar coding memberi anak kesempatan untuk memahami teknologi sambil melatih cara berpikir dan mengembangkan ide. Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh melalui kegiatan coding.

1. Melatih Computational Thinking

Saat belajar coding, anak akan belajar untuk mencoba menyelesaikan masalah dengan proses berpikir yang runut dan logis. Misalnya, saat membuat game, anak belajar menentukan gerakan karakter dan aturan permainan secara berurutan. Dengan begitu, coding dapat melatih computational thinking secara bertahap sesuai dengan kemampuan anak.

2. Mengembangkan Kemampuan Problem Solving

    Anak akan menghadapi masalah saat program yang dirancang tidak berjalan sesuai rencana. Maka dari itu, mereka diajak untuk berpikir kritis dalam menemukan solusi yang tepat. Proses mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki ini melatih kemampuan problem solving atau pemecahan masalah.

    3. Melatih Logika Berpikir

      Saat belajar coding, anak berlatih menyusun instruksi secara runtut. Dengan begitu, mereka bisa memahami hubungan antara perintah dan hasilnya. Misalnya, dalam belajar memprogram game, anak membuat aturan agar karakter bisa melompat ketika tombol tertentu ditekan.

      4. Meningkatkan Kreativitas

        Coding memberi ruang bagi anak untuk menuangkan ide melalui game sederhana, animasi, dan cerita interaktif. Dengan begitu, ruang kreasi mereka dalam menentukan tema, memilih tampilan, dan menyusun alur dalam game sederhana, cerita interaktif, dan animasi sesuai minat sendiri.

        5. Mengajarkan Anak Membuat Teknologi

          Melalui coding, anak dapat beralih dari pengguna teknologi menjadi pencipta karya digital. Jika sebelumnya terbiasa bermain game atau menonton video, anak kini belajar membuat permainan dan animasinya sendiri. Pengalaman ini mengenalkan teknologi sebagai sarana untuk bereksperimen, mewujudkan ide, dan menghasilkan karya.

          Usia Berapa Anak Bisa Mulai Kursus Coding?

          Anak bisa dikenalkan coding sejak dini, asalkan cara belajarnya sesuai dengan usia dan kemampuannya. Maka dari itu, tidak ada usia minimal untuk belajar pemrograman dasar. Berikut adalah beberapa kegiatan coding yang bisa dikenalkan pada setiap kelompok usia.

          1. Usia 4–6 Tahun

            Di usia ini, anak mulai dikenalkan pada logika sederhana, pola, dan urutan instruksi melalui permainan. Aplikasi ScratchJr dapat membantu anak belajar melalui pembuatan cerita dan animasi sederhana. Misal, dengan pendampingan mentor yang tepat, anak dapat mencoba menyusun blok perintah bergambar untuk membuat karakter bergerak sebagai perkenalan dasar pada coding.  

            2. Usia 7–9 Tahun

              Pada usia 7-9 tahun, anak dapat belajar menggunakan Scratch untuk membuat animasi, cerita interaktif, dan game sederhana. Dengan begitu, anak mulai memahami cara menyusun perintah, mengulang gerakan, dan menentukan tindakan karakter. Kemampuan computational thinking dan problem solving akan dilatih di tahap ini.

              3. Usia 10–12 Tahun

                Selanjutnya pada usia 10-12 tahun, anak mulai mencoba proyek pemrograman yang lebih kompleks setelah memahami dasarnya. Misalnya, dalam pembelajaran, Roblox Studio dikenalkan kepada anak untuk belajar menggunakan Luau Script untuk membuat game dan membangun dunia virtual. Mereka juga belajar menggunakan mBlock untuk membuat animasi, game, atau mengendalikan perangkat robotik.

                4. Usia 13–15 Tahun

                  Pada usia 13-15 tahun, anak dapat mulai belajar membuat website menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Ketiganya digunakan untuk menyusun isi halaman, mengatur tampilan, dan menambahkan fitur interaktif. Selain website, anak juga dapat mempelajari pembuatan game, robotik, dan mengeksplorasi Artificial Intelligence (AI) sesuai minat dan kemampuannya.

                  Apa Saja yang Dipelajari di Kursus Coding Jogja?

                  Kursus coding Jogja biasanya memberikan materi khusus untuk anak secara beragam. Biasanya materi coding diberikan secara bertahap berdasarkan usia, kemampuan, dan pengalaman mereka menggunakan teknologi. Pilihan program di setiap tempat kursus coding anak di Jogja bisa berbeda, tetapi berikut beberapa materi yang biasanya dikenalkan kepada anak.

                  a. Scratch dan ScratchJr

                  Sebagai awalan, anak dikenalkan kepada aplikasi Scratch dan ScratchJr untuk mempelajari dasar coding. Mereka akan diajarkan untuk menyusun blok bergambar agar dapat memahami urutan instruksi yang disusun. ScratchJr dan Scratch diajarkan sesuai dengan kategori usia berdasarkan pengembangan proyek yang lebih kompleks.

                  b. Game Development

                  Setiap anak pasti memiliki game favoritnya. Nah, melalui materi game development, anak akan diajarkan bagaimana cara menerapkan coding untuk membuat game yang menyenangkan. Dalam proses ini, mereka dilatih daya kreatif dan logisnya untuk menyusun visual sekaligus instruksi permainan agar game dapat dimainkan. 

                  c. Roblox Studio

                  Roblox Studio dapat digunakan untuk belajar membuat game dan dunia virtual 3D. Anak akan bereksplorasi untuk menambahkan objek, menciptakan komunitas permainan, dan membuat aturan game agar dapat dimainkan. Setelah memahami dasarnya, anak mulai dikenalkan dengan Luau Script, yaitu menulis kode untuk mengatur tindakan dalam permainan.

                  d. Robotik

                  Buat anak yang suka dengan teknologi robotik, materi ini akan menyenangkan buat mereka. Robotik menggabungkan coding dengan perangkat fisik, seperti sensor, motor, dan lampu agar dapat bekerja. Misalnya, anak belajar membuat perintah agar robot dapat digerakkan berdasarkan coding yang telah disusun pada perangkat fisik.

                  e. Python

                  Jika anak sudah belajar logika dasar pemrograman, materi kompleks seperti Python mulai dieksplorasi. Di sini, anak akan menulis kode berbasis teks (syntax), yakni belajar menyusun skrip Python dasar untuk membuat instruksi, mengolah data sederhana, dan mengatur alur program. Materinya dapat diterapkan melalui real project seperti membuat website.

                  f. Artificial Intelligence (AI)

                  Pada tingkat yang lebih lanjut, anak dapat dikenalkan pada dasar Artificial Intellegence (AI). Materi AI lebih menekankan cara AI Tools secara sederhana untuk membantu proses mengkolaborasikan ide, coding, hingga debugging. Misalnya, AI Tools dapat membantu anak untuk menulis fungsi JavaScript yang sederhana hingga debugging DOM API.

                  Kursus Coding Anak Online atau Offline di Jogja, Mana yang Lebih Baik?

                  Kelas coding offline maupun online memiliki keunggulan masing-masing. Kelas offline memungkinkan anak berinteraksi langsung dengan mentor, lebih mudah mendapatkan bantuan teknis, dan bertemu teman sekelas. Format ini cocok untuk anak yang membutuhkan pendampingan langsung serta suasana kelas agar lebih fokus belajar.

                  Sementara itu, kelas online memungkinkan anak belajar dari rumah tanpa perlu menempuh perjalanan sehingga lebih praktis untuk keluarga dengan jadwal padat. Orang tua juga dapat memantau pembelajaran anak, tetapi perlu memastikan perangkat dan koneksi internet memadai. Fleksibilitas waktu tetap mengikuti jadwal yang ditawarkan lembaga.

                  Meski demikian, kualitas kurikulum dan mentor lebih penting daripada sekadar format kelas. Pilih program dengan materi yang sesuai kemampuan anak, kesempatan praktik, serta mentor yang mampu menjelaskan dengan jelas dan memberikan pendampingan.

                  Berapa Harga Kursus Coding Jogja untuk Anak?

                  Biaya kursus coding anak di Jogja berbeda-beda tergantung program yang diambil. Faktor yang memengaruhi harga meliputi usia, jumlah pertemuan, durasi kelas, materi, pengalaman mentor, serta perangkat yang disediakan. Format kelas coding online atau offline, pilihan privat atau kelompok, dan jumlah peserta dalam kelas juga dapat memengaruhi biaya kursus.

                  Adapun kisaran biaya kursus coding Jogja untuk anak berdasarkan data dari hasil penelusuran Google adalah mulai dari Rp350 ribu per bulan hingga  Rp5,6 juta per 20 sesi. Namun perlu diingat, harga ini ditentukan oleh program dan durasi kursus yang diambil. Orang tua perlu selektif untuk memilih program yang cocok untuk anak dengan memperhatikan program, durasi belajar, dan fasilitas yang didapat.

                  Cara Memilih Kursus Coding Anak di Jogja

                  Memilih kursus coding Jogja untuk anak tidak cukup hanya mempertimbangkan biaya dan lokasi. Orang tua juga perlu memperhatikan kesesuaian materi, kualitas mentor, dan suasana belajar agar anak dapat mengikuti kelas dengan nyaman.

                  1. Sesuaikan dengan Usia Anak

                  Pilih program yang sesuai dengan usia dan kemampuan awal anak. Materi yang tepat akan membantu anak belajar secara bertahap tanpa merasa terlalu kesulitan atau cepat bosan.

                  2. Cari Kurikulum yang Jelas

                  Perhatikan urutan materi, keterampilan yang dipelajari, dan target belajar setiap program. Kurikulum sebaiknya membantu anak memahami logika coding sekaligus menerapkannya dalam sebuah karya.

                  3. Pilih Pembelajaran Berbasis Proyek

                  Pembelajaran berbasis proyek memberi kesempatan anak mempraktikkan materi yang dipelajari. Hasilnya dapat berupa game, animasi, website, aplikasi, robot, atau proyek AI, sesuai usia dan tingkat kemampuan anak.

                  4. Perhatikan Mentor

                  Selain menguasai coding, mentor perlu mampu berkomunikasi dengan anak. Pilih mentor yang sabar, menjelaskan materi dengan bahasa sederhana, dan membangun suasana belajar yang interaktif serta menyenangkan.

                  5. Perhatikan Ukuran Kelas

                  Jumlah peserta perlu seimbang dengan ketersediaan mentor. Kelas yang lebih kecil dapat memberi anak lebih banyak kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya.

                  5. Pastikan Memiliki Trial Class Coding

                  Jika tersedia, ikuti trial class sebelum mendaftar. Orang tua dapat mengamati cara mentor mengajar, fasilitas yang digunakan, serta respons anak untuk menilai kecocokan metode pembelajarannya.

                  6. Perhatikan Jenjang Pembelajaran

                  Pilih kursus yang memiliki jalur belajar dari tingkat pemula hingga lanjutan. Jenjang yang jelas membantu anak memperkuat dasar coding sebelum beralih ke materi dan proyek yang lebih kompleks.

                  Rekomendasi Kursus Coding Anak di Jogja

                  Jogja memiliki berbagai pilihan kursus coding anak dengan pendekatan dan program yang beragam. Untuk menemukan kelas yang sesuai, orang tua dapat mempertimbangkan usia anak, minat, jenjang materi, dan kualitas pendampingan.

                  Neon Bit

                  Neon Bit menawarkan program coding untuk anak dan remaja usia 4–18 tahun. Pembelajarannya menggunakan pendekatan Project-Based Learning, sehingga anak mempelajari konsep coding sambil membuat karya. Pilihan programnya meliputi Code & Tell, Code & Play, Code & Explore, dan Code & Web.

                  Tersedia pilihan pembelajaran online maupun offline serta trial class untuk mengenal kegiatan belajarnya. Untuk biaya kelasnya dibanderol sekitar Rp2,5 juta untuk satu level hingga Rp5,5 juta untuk tiga level, tergantung program dan format kelas yang dipilih. Neon Bit juga menyediakan trial class online maupun offline di Yogyakarta yaitu Neutron Taman Siswa 1 dan Neutron 6 Kotabaru. 

                  Kursus Coding Anak Jogja

                  Koding Next Yogyakarta

                  Koding Next menyediakan program coding, game, aplikasi, robotika, dan AI untuk usia 4–16 tahun. Cabangnya berada di Ruko Yap Square Blok A No. 3A, Terban, dengan pilihan kelas online maupun offline serta kelas percobaan. Sebagai gambaran, biaya mulai Rp5,6 juta untuk 20 sesi.

                  Timedoor Academy Yogyakarta

                  Berlokasi di Ruko Yap Square Blok A-2, Terban, Timedoor Academy menyediakan kelas untuk usia 5–18 tahun. Materinya mencakup block coding, JavaScript, robotika, website, dan AI sesuai tingkat pembelajaran. Tersedia trial class, dengan benchmark biaya mulai Rp575 ribu per bulan untuk empat pertemuan.

                  Codero Yogyakarta

                  Codero berlokasi di Ideazone, Jalan Magelang No. 188, Karangwaru, Tegalrejo. Programnya mencakup coding, robotika, dan AI dengan pilihan kelas berdasarkan usia anak. Biaya dan kelompok usia setiap program dapat ditanyakan langsung kepada cabang Yogyakarta.

                  KodeKiddo Center Yogyakarta

                  KodeKiddo berlokasi di Gedung Kompas, Jalan Suroto No. 4, Kotabaru. Programnya mencakup coding, AI, dan STEM untuk jenjang Kinder hingga SMA, dengan pendekatan belajar yang menyesuaikan kemampuan anak. Tersedia kelas percobaan, dengan kisaran biaya Rp350 ribu–Rp950 ribu per bulan.

                  DIGIKIDZ Yogyakarta

                  DIGIKIDZ menyediakan pembelajaran teknologi untuk usia 5–16 tahun di kawasan Condongcatur, Sleman. Materinya mencakup coding, animasi, pemodelan 3D, game, website, hingga AI sesuai program. Tersedia kelas percobaan, dengan kisaran biaya Rp400 ribu–Rp800 ribu per level.

                  Neon Bit, Tawarkan Kursus Coding Anak di Jogja Berbasis Proyek

                  Neon Bit menawarkan pembelajaran coding secara bertahap untuk anak dan remaja usia 4–18 tahun. Ada empat pilihan program, yaitu Code & Tell, Code & Play, Code & Explore, dan Code & Web, dengan jenjang belajar yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan awal anak.

                  Neon Bit menggunakan pendekatan Project-Based Learning, yakni pembelajaran untuk anak mempraktikkan coding berbasis real project. Melalui pendekatan ini, anak belajar memahami konsep coding sambil membuat karya. Bagi pemula, kegiatan dimulai dari coding visual dan proyek sederhana, seperti membuat game dan animasi. Seiring perkembangan kemampuan anak, pembelajaran berlanjut ke materi yang lebih kompleks, 3D visual game, pengembangan website, serta pengenalan AI sebagai alat bantu.

                  Jadi, orang tua tidak perlu khawatir jika anak belum memiliki pengalaman coding dasar. Program di Neon Bit dirancang dari dasar agar anak dapat mulai belajar coding tanpa pengalaman pemrograman sebelumnya. Selama mengerjakan proyek, anak diajak memahami masalah, menyusun langkah penyelesaian, mencoba solusi, dan memperbaiki kesalahan.

                  Untuk orang tua yang ingin mengenal pembelajarannya lebih dekat, trial class bisa menjadi langkah awal. Tertarik mengenalkan coding kepada anak? Coba Trial Class Neon Bit, dan kenali program coding yang cocok untuk anak.

                  Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Anak Ikut Kursus Coding?

                  Kebutuhan perangkat bergantung pada program yang diikuti. Biasanya, untuk belajar coding, anak perlu membawa laptop atau tablet, pengisi daya, dan mouse. Siapkan koneksi internet yang stabil, mikrofon yang berfungsi, dan tempat belajar yang minim gangguan jika anak mengikuti kelas coding online. Pastikan aplikasi serta akun pembelajaran siap digunakan sebelum kelas pertama.

                  Tips Agar Anak Betah Mengikuti Kursus Coding

                  Orang tua perlu mengetahui minat anak sebelum mendaftarkan anak untuk mengikuti kelas coding. Dengan materi yang sesuai akan membuat anak semakin tertarik dan termotivasi mengikuti pembelajaran. Beri anak kesempatan untuk berkreasi, misal jika anak senang game, maka gunakan game sebagai media belajar. Hargai proses mencoba dan memperbaiki kesalahan, bukan hanya hasil akhirnya.

                  Mengapa Memilih Les Coding di Neon Bit?

                  Saat memilih les coding untuk anak, orang tua tentu ingin mengetahui apa yang dipelajari dan bagaimana proses belajarnya. Neon Bit menerapkan pembelajaran Project-Based untuk anak dan remaja. Anak diajak mencoba kode, melihat hasilnya, lalu memperbaiki bagian yang belum berjalan sesuai rencana. Misalnya, ketika karakter game tidak bergerak, anak belajar memeriksa urutan perintah dan mencoba mengubahnya agar karakter dapat bergerak sesuai keinginan.

                  Program Neon Bit disusun berdasarkan usia dan tingkat kemampuan. Code & Tell untuk usia 4–8 tahun menggunakan ScratchJr untuk membuat cerita dan animasi. Code & Play mencakup Scratch untuk usia 8–10 tahun dan pengenalan pemrograman berbasis teks pada tingkat berikutnya untuk usia 10–15 tahun. Code & Explore untuk usia 10–15 tahun berfokus pada Roblox Studio, sedangkan Code & Web untuk usia 15–18 tahun membahas HTML, CSS, dan JavaScript.

                  Melalui program tersebut, anak belajar menghasilkan karya, mulai dari cerita interaktif dan game hingga dunia virtual dan website. Setiap proyek memberi anak ruang untuk menuangkan ide, melatih logika, dan mencari solusi ketika menemui kendala. Karya yang dibuat juga dapat dikembangkan kembali seiring bertambahnya kemampuan anak.

                  Kesimpulan

                  Memilih kursus coding Jogja perlu mempertimbangkan usia, minat, kurikulum, mentor, metode belajar, format kelas, dan biaya. Dengan memilih kelas yang tepat, anak bisa belajar coding melalui cara yang menyenangkan alih-alih merasa tertekan. Cari program yang memberikan anak kesempatan untuk mencoba ide, mengevaluasi kesalahan, dan menyelesaikan proyek dengan pemahamannya sendiri.

                  Bagi orang tua di Yogyakarta, tersedia berbagai pilihan kursus coding dengan pendekatan yang berbeda. Karena itu, trial class dapat menjadi cara yang baik untuk mengetahui apakah metode belajar tertentu sesuai dengan karakter dan minat anak. Neon Bit menjadi salah satu sekolah coding untuk anak yang menyediakan trial class bagi orang tua yang tertarik mencoba.

                  Pelajari lebih lanjut mengenai pilihan program dan roadmap pembelajaran melalui halaman Neon Bit. Anak juga dapat mengikuti Trial Class Neon Bit secara gratis atau berkonsultasi langsung dengan tim Neon Bit melalui WhatsApp untuk menemukan kelas yang paling sesuai dengan kebutuhan anak.

                  Jl. Lowanu No.54, RT.03, Sorosutan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55162

                  +62 858‑2318‑6507 | info@neon.id

                  Follow kami

                  NEON BIT

                  Jl. Lowanu No.54, RT.03, Sorosutan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55162

                  +62 858‑2318‑6507 | info@neon.id

                  Informasi lain

                  Follow kami