Neon Bit

Coding memiliki banyak manfaat untuk anak. Salah satunya adalah coding yang mampu mengembangkan logika dan kreativitas anak. Dua aspek ini tentu saja dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih tahan banting di era serba cepat saat ini.

Sayangnya, mengajarkan coding pada anak bukanlah perkara yang mudah. Apalagi untuk kamu yang tidak memiliki latar belakang IT dan kemampuan mengajar yang baik. Lalu, bagaimana solusinya?

Kamu bisa mengikutsertakan anak ke kursus coding anak.

Di dalam artikel ini, admin akan berbagi panduan memilih kursus coding anak terbaik Indonesia. Penasaran apa saja panduannya? Simak baik-baik artikel ini ya!

Pelajari Kredibilitas Penyedia Kursus Coding Anak

Panduan memilih kursus coding anak pertama adalah dengan mempelajari kredibilitas penyedia kursus. Mintalah kepada penyedia kursus untuk menampilkan legalitas atau sertifikat yang mereka dapatkan.

Bila perlu pelajari latar belakang setiap karyawan yang berada pada penyedia kursus terpilih, terutama dari pihak pengelola. Ingat, mempelajari hal-hal kecil seperti ini membantu kamu terhindar dari dampak negatif yang besar.

Baca Juga: Les Coding vs Les Matematika: Mana yang Lebih Penting?

Kamu tentu tidak ingin fenomena yang terjadi di daycare Little Aresha Jogja beberapa waktu belakangan ini, juga terjadi pada anak kesayangan.

Perhatikan Kurikulum Coding yang Diajukan oleh Penyedia Kursus

Selanjutnya adalah memerhatikan kurikulum coding yang akan diberikan kepada anak. Pastikan kurikulum coding yang diberikan memang sesuai dengan jenjang usia anak. Jangan sampai anak mempelajari materi coding yang belum sesuai dengan usianya.

Hal itu tentu saja akan menjadikan anak cepat bosan dan minatnya terhadap coding perlahan menghilang. Selain itu, konsultasi lebih lanjut dengan penyedia kursus, apakah kurikulum coding yang diterapkan mengikuti standar industri atau tidak.

Sederhana, tetapi hal seperti inilah yang akan menjadikan investasimu tidak sia-sia.

Mintalah Penjelasan Bagaimana Metode Belajar yang Diterapkan

Panduan memilih kursus coding anak terbaik berikutnya adalah meminta penjelasan kepada penyedia kursus, metode belajar apakah yang akan mereka terapkan. Kurikulum coding yang sesuai dengan umur anak dan standar industri, akan menjadi sia-sia jika penerapannya tidak sesuai.

Adapun metode belajar coding untuk anak pada umumnya adalah metode belajar Learn & Play. Metode ini membantu anak untuk memahami materi coding yang terkenal kompleks tanpa merasa tertekan.

Selain itu, metode belajar visual juga akan sangat diperlukan untuk anak usia 4-10 tahun yang mempelajari coding.

Pertimbangkan Sistem Belajar yang Disediakan, Online atau Offline

Berikutnya adalah mempertimbangkan sistem belajar yang disediakan oleh penyedia kursus coding anak. Secara umum, sistem belajar coding terdiri dari dua jenis: online dan offline. Sistem belajar online tidak mengharuskan anak untuk berada di ruangan tertentu, sedangkan offline sebaliknya.

Kedua sistem belajar coding ini pastinya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kelebihan Belajar Coding Online

  • Memberikan fleksibilitas waktu dan tempat yang tinggi.
  • Akses belajar yang jauh lebih luas karena terhubung dengan internet.
  • Memudahkan orang tua untuk memantau perkembangan belajar anak, terlebih untuk orang tua yang bekerja dari rumah.

Kekurangan Belajar Coding Online

  • Kurangnya interaksi tatap muka langsung.
  • Sangat bergantung pada kualitas koneksi internet.
  • Belajar online tidak cocok untuk anak yang memiliki kepribadian aktif dan senang bertemu dengan orang banyak.

Kelebihan Belajar Coding Offline

  • Membantu anak terbiasa dengan interaksi sosial dengan teman sebayanya.
  • Meningkatkan konsentrasi belajar yang lebih baik.
  • Memberikan pengalaman langsung belajar coding dengan trainer profesional.

Kekurangan Belajar Coding Offline

  • Aksesibilitas dan fleksibilitas terbatas
  • Membutuhkan biaya tambahan, terutama biaya mengantar dan jemput anak ke lokasi kursus coding.
  • Tidak cocok untuk anak yang tidak nyaman berada di keramaian dalam waktu lama 

Penting sebagai orang tua memahami setiap kelebihan dan kekurangan kedua sistem belajar ini. Pastikan sistem belajar yang kamu pilih untuk anak, tidak memberatkan kamu sebagai orang tua dan anak yang akan mempelajari coding langsung.

Teliti Setiap Testimoni yang Didapatkan oleh Penyedia Kursus

Selanjutnya adalah meneliti setiap testimoni yang didapatkan oleh penyedia kursus. Kamu bisa mempelajari testimoni ini langsung di website resmi penyedia kursus atau Google Review. Fokus pada testimoni terbaru dan testimoni yang didapatkan langsung dari anak.

Testimoni seperti ini akan membantumu lebih mudah menentukan apakah penyedia kursus memang pantas dipilih atau tidak. Ingat, saat ini ada banyak pebisnis nakal yang berusaha meningkatkan kredibilitas mereka dengan membeli banyak testimoni positif yang palsu.

Pastikan Pendaftaran Mudah, Aman, dan Ramah

Menjelang akhir, adalah pastikan metode pendaftaran yang diusulkan mudah, aman, dan ramah. Mudah dan aman, itu artinya proses pendaftaran tidak mengharuskan kamu mengeluarkan biaya yang terlalu tinggi atau sampai harus membagikan data privasi secara berlebihan.

Ramah, itu artinya proses pendaftaran dilakukan atas dasar kenyamanan klien, pihak front desk atau customer service dari kursus coding anak terbaik Indonesia tidak akan menjadikanmu berada di situasi yang serba buru-buru.

Orientasi dari kursus coding anak terbaik Indonesia adalah hubungan jangka panjang yang positif.

Biaya Kursus Tidak Terlalu Rendah atau Tinggi

Panduan memilih kursus coding anak terakhir adalah memastikan biaya kursus tidak terlalu rendah atau tinggi dibanding harga pasaran. Jika pun harga yang ditawarkan terkesan tinggi, maka pastikan itu sebanding dengan kualitas dan kuantitas layanan yang akan didapatkan.

Perlu diketahui bahwa pada umumnya kursus belajar coding online dan offline memiliki perbedaan harga. Kursus belajar coding online biasanya lebih murah ketimbang yang offline.

Rekomendasi Kursus Coding Anak Terbaik Indonesia: Neon Bit

Setelah mempelajari apa saja panduan memilih kursus coding anak yang tepat, kini saatnya kamu mengetahui di manakah rekomendasi kursus coding anak terbaik. Adapun rekomendasi terbaiknya adalah Neon Bit. Apa itu Neon Bit?

Neon Bit adalah lembaga kursus coding dan teknologi yang diperuntukkan untuk anak usia 4-18 tahun. Di lembaga ini, anak tidak hanya akan belajar coding, tetapi juga belajar bagaimana caranya membuat animasi, website, hingga memanfaatkan AI (Artificial Intelligence) dengan baik.

Metode belajar yang diterapkan di Neon Bit adalah metode interaktif dan menyenangkan. Anak-anak akan dijauhkan dari materi coding yang rumit serta membosankan. Sebaliknya, anak bisa belajar coding sembari bermain atau praktik langsung.

Metode seperti ini tentu saja cocok untuk anak dan menjadikannya tidak gampang bosan. Neon Bit sendiri membagi program kursus codingnya dalam empat fase usia. Empat fase usia tersebut dimulai dari:

4-8 Tahun – Code & Tell

Pelajari Manfaat Program Coding Anak

Fase usia pertama di program Coding Neon Bit adalah fase usia 4-8 tahun. Di usia ini, anak akan mempelajari tiga modul pembelajaran dengan nama program Code & Tell.

Tiga modul tersebut adalah:

  • Computational Thinking & Algoritma Dasar.
  • Pengenalan Scratch Jr.
  • Proyek Cerita dan Game Sederhana.

Untuk informasi lebih mengenai program Code & Tell, bisa kamu didapatkan melalui klik link berikut ini.

8 – 10 Tahun – Code & Play

Manfaat Program Coding Anak: Code and Play Neon Bit

Fase usia kedua di program Coding Neon Bit adalah fase usia 8 – 10 tahun. Anak-anak yang berada di usia ini akan tergabung dalam program pembelajaran bernama Code & Play.

Sama seperti sebelumnya, Code & Play akan memperkenalkan kepada anak Scratch Jr. Yang membedakan adalah anak yang juga akan mulai mempelajari program mBlock. Selain itu, anak akan mulai mempelajari dua modul lain yakni:

  • Visual coding untuk pemula.
  • Transisi menuju text-based coding (JavaScript), bagian dari persiapan tahapan selanjutnya.

Untuk informasi lebih mengenai program Code & Play, bisa kamu didapatkan melalui klik link berikut ini.

10 – 15 Tahun – Code & Play, Code & Explore, Ask & Study

Berikutnya adalah fase usia 10-15 tahun. Fase ini diberikan nama program Code & Play, Code & Explore, Ask & Study. 

Mari kita fokus pada program Code & Explore, Ask & Study.

Di program Code & Explore, anak akan mempelajari kemampuan coding virtual 3D berdasarkan tiga level utama. Tiga level itu adalah basic, intermediate, dan advanced.

Di sini, anak akan mulai belajar bagaimana caranya membuat game sendiri. Adapun platform yang digunakan adalah Roblox Studio.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Code & Explore, bisa kamu dapatkan melalui klik link berikut ini.

(Gambar Program Ask and Study Belajar Memanfaatkan AI Chat GPT Gemini dan GAMMA App.webp

Alt Text Images & Image Description: Program Ask and Study Belajar Memanfaatkan AI Chat GPT Gemini dan GAMMA App)

Lalu, untuk program ketiga pada tahapan anak 10-15 tahun adalah Ask & Study. Program ini diperuntukkan agar anak terbiasa menggunakan ChatGPT dan Gemini sebagai bagian dari riset serta ide penulisan kode.

Terdapat empat modul yang bakal anak pelajari dari program ini. Empat modul itu adalah:

  • Pengenalan AI & prompt engineering.
  • AI untuk penulisan dan riset.
  • AI untuk desain presentasi.
  • AI untuk manajemen waktu & studi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Ask & Study, bisa kamu dapatkan melalui klik link berikut ini.

15 – 18 Tahun – Code & Web

Terakhir, adalah fase usia 15 – 18 tahun. Fase ini akan mengajak anak masuk ke dalam program Code & Web. Sesuai dengan namanya, anak akan mulai diperkenalkan dengan HTML, CSS, dan JavaScript.

Terdapat empat modul utama yang bakal dipelajari di program Code & Web. Empat modul itu adalah:

  • Pengenalan web development dan HTML.
  • Styling dengan CSS.
  • JavaScript Dasar.
  • Pengantar Backend.

Untuk informasi lebih mengenai program Code & Web, bisa kamu didapatkan melalui klik link berikut ini. Selain Code & Web, program coding Neon Bit di tahapan usia 15 – 18 tahun juga menyediakan program Ask & Study.

FAQ Seputar Kelas Coding Anak Neon Bit

1. Apa hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih kursus coding anak?

Kredibilitas penyedia kursus, mulai dari legalitas hingga kualitas pengajarnya.

2. Apakah semua kursus coding cocok untuk semua usia anak?

Tidak. Kurikulum harus disesuaikan dengan usia agar anak tidak cepat bosan atau kesulitan.

3. Lebih baik pilih kursus coding online atau offline?

Tergantung kebutuhan. Online lebih fleksibel, sedangkan offline lebih kuat di interaksi sosial.

4. Bagaimana cara memastikan kursus tersebut benar-benar bagus?

Cek testimoni asli dari pengguna, terutama yang terbaru dan relevan.

5. Apakah harga mahal selalu berarti kualitas lebih baik?

Tidak selalu. Yang penting adalah kesesuaian antara harga dengan kualitas program yang ditawarkan.

Kesimpulan

Inilah penjelasan lengkap tentang panduan memilih kursus coding anak. Penting untuk kamu tidak terburu-buru dalam menetapkan pilihan. Pilihan yang tepat akan mengantarkanmu pada investasi yang tepat pula.

Apabila kamu berminat mendaftarkan anaknya ke Program Coding untuk Anak Terbaik, Neon Bit adalah rekomendasi terbaiknya. Neon Bit sudah bekerja sama dengan banyak lembaga pendidikan ternama seperti Neuron Yogyakarta, IONs, Archimedes Academy, Integral Offset, dan lain-lain.Silakan daftar anak segera melalui program trial class gratis, atau konsultasi terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp admin di 62 858‑2318‑6507.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *