“Mereka yang ingin jago coding, juga harus jago dalam matematikanya”. Kamu mungkin jadi salah satu orang yang sering mendengar pernyataan di atas dan bahkan memercayainya. Lalu benarkah pernyataan tersebut?
Pernyataan di atas tidak salah, tetapi juga tidak benar seutuhnya. Seorang programmer umumnya memang memiliki dasar logika dan aljabar yang kuat. Tanpa itu, akan sulit baginya memahami struktur coding yang baik.
Mana yang harus benar-benar kamu pilih sebagai orang tua jika ingin anaknya menjadi programmer andal? Apakah mengikutsertakannya langsung ke les coding atau mengikutsertakannya ke les matematika terlebih dahulu agar punya dasar logika yang kuat?
Simak artikel ini baik-baik ya!
Coding dan Matematika itu Saling Berhubungan
Coding dan matematika itu saling berhubungan. Meskipun demikian, hubungan di antara keduanya tidak terlalu signifikan. Seperti yang sudah admin katakan di awal, materi matematika yang paling banyak membantu kerja programmer adalah dasar logika dan aljabar yang kuat.
Jadi, jika anakmu ingin jadi programmer andal, maka mereka tidak harus jadi ahli matematika dulu. Adapun anggapan bahwa jika ingin jadi programmer andal harus jago matematika dulu berasal dari cara pandang yang kurang tepat.
Cara pandang ini umumnya disebabkan karena dua hal. Pertama adalah karena efek kurikulum akademik yang memang mewajibkan kalkulus dan matematika diskrit, dan kedua adalah karena stereotip mitos anak teknik yang terkenal.
“Mau jago coding, harus hafal dulu rumus kalkulus, integral, cosinus, sinus, dan tangen”.
Sebagai orang tua, kamu gak perlu khawatir jika anak gak terlalu jago matematika tapi ingin jadi programmer andal. Malahan, coding jadi cara yang ampuh untuk anak lebih mudah memahami konsep matematika.
Dalam artikelnya di LinkedIn, Vineet Srivastava pendiri WiByte menjelaskan bahwa alih-alih matematika menjadi persyaratan untuk pemrograman, pemrogramanlah yang justru membantu meningkatkan pemahaman matematika lebih baik.
Pendiri WiByte bisa berkata seperti itu setelah melakukan eksperimen kepada siswa untuk menyelesaikan soal visualisasi koordinat sumbu X dan Y. Awalnya siswa tersebut mengaku tidak bisa mengerjakannya, tetapi dengan Scratch, ia berhasil melakukannya.
Manfaat Integrasi Coding dengan Matematika
Mengetahui bahwa materi matematika yang benar-benar diperlukan adalah dasar logika dan aljabar, apakah ini artinya mempelajari matematika tingkat lanjut seperti inferensial, geometrik, regresi, modulo, dan lain-lain nggak ada artinya untuk anak?
Tentu saja tidak ya. Faktanya ada banyak cabang pekerjaan dari programmer yang memang memerlukan pemahaman matematika tingkat lanjut yang kuat.
- Jika anak kamu ingin jadi seorang ahli machine learning dan data science, materi matematika seperti probabilitas, statistik inferensial, aljabar linier wajib dikuasai.
- Jika anak kamu ingin jadi pengembang game, materi matematika seperti vektor, matriks, geometri, dan trigonometri wajib dikuasai.
- Ingin anak kamu ingin menjadi ahli kriptografi? maka ia wajib belajar teori bilangan, modulo, hash berbasis matematika.
Dalam konteks yang lebih luas, integrasi di antara coding dan matematika dapat membantu kita dalam tiga aspek penting. Tiga aspek penting itu adalah:
Membantu Kita Memahami Fenomena Alam Lebih Mudah
Hal ini mungkin dilakukan karena coding membantu penerapan konsep matematika dan prinsip ilmiah lebih mudah. Coding membantu ilmuwan untuk memodelkan fenomena alam kompleks ke dalam bentuk yang lebih mudah dipahami.
Meningkat Inovasi Teknologi
Manfaat integrasi coding dan matematika berikutnya adalah memungkinkan pengembangan sistem baru, algoritma, dan aplikasi secara terus menerus. Coding dan matematika membantu menghadirkan inovasi teknologi tanpa batas.
Pemecahan Masalah Kompleks
Manfaat integrasi coding dan matematika terakhir dalam dunia nyata adalah memungkinkan penyelesaian masalah yang kompleks. Coding membantu kita lebih mudah melakukan analisis data atau konsep matematika lainnya secara berulang kali.
Apakah programmer Harus Pandai Matematika?
Penjelasan panjang di atas sebenarnya sudah menjawab pertanyaan ini. Apakah programmer harus pandai matematika?
Jawabannya adalah Ya dan Tidak. Ya, terutama untuk konsep logika dasar dan aljabar, serta beberapa materi matematika kompleks lainnya untuk cabang pekerjaan programmer. Tidak, jika kamu “hanya ingin” menjadi seorang programmer.
Dalam industri kerja, pekerjaan programmer umumnya akan lebih banyak melibatkan proses praktik logika, analisa masalah, struktur data, dan debugging.
Meskipun terdengar mudah, faktanya tidak banyak yang tahu dari mana mereka harus memulai. Terlebih untuk anak-anak yang memang masih sangat membutuhkan bimbingan.
Ikut Les Coding atau Les Matematika?
Kembali ke pertanyaan awal dari artikel ini. Jika kamu ingin anaknya menjadi programmer andal, mana yang harus kamu pilih, mengikutsertakannya langsung dalam les coding atau mengikutsertakannya dalam les matematika?
Jawaban dari pertanyaan ini tergantung pada kebutuhan dan keinginan anakmu sendiri. Sebagai orang tua, kita tentu hanya bisa berharap, bukan memaksakan.
Apabila anakmu sudah membutuhkan les matematika karena nilai dan pemahaman matematika di sekolah yang anjlok, maka mengikutsertakannya dalam les matematika adalah pilihan yang bijak.
Tapi, jika anak memang memiliki bakat yang kuat di bidang coding meskipun kemampuan matematika pas-pasan, mengikutsertakannya ke dalam les coding adalah pilihan yang tepat.
FAQ Seputar Konten
1. Apakah anak harus jago matematika dulu sebelum belajar coding?
Tidak harus. Yang penting adalah pemahaman logika dasar. Coding justru bisa membantu anak memahami konsep matematika dengan lebih mudah dan aplikatif.
2. Lebih baik mulai dari les coding atau les matematika dulu?
Tergantung kebutuhan anak. Jika nilai matematika menurun, les matematika bisa diprioritaskan. Namun, jika minat anak ada di coding, langsung mulai les coding juga merupakan pilihan tepat.
3. Apakah coding bisa meningkatkan kemampuan berpikir anak?
Ya, karena coding melatih logika, problem solving, dan pola pikir terstruktur yang sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
4. Di usia berapa anak sebaiknya mulai belajar coding?
Anak sudah bisa mulai belajar coding sejak usia dini, bahkan dari 4 tahun, dengan metode yang disesuaikan.
5. Apakah semua bidang programmer membutuhkan matematika tingkat lanjut?
Tidak semua. Hanya bidang tertentu seperti data science, machine learning, atau game development yang membutuhkan matematika lebih kompleks.
Kesimpulan
Inilah penjelasan lengkap tentang manakah yang lebih penting, coding atau les matematika.
Jika kamu ingin mengikutsertakan anaknya ke les coding, Neon Bit adalah solusi terbaik. Neon Bit sudah bekerja sama dengan banyak lembaga pendidikan ternama seperti Neuron Yogyakarta, IONs, Archimedes Academy, Integral Offset, dan lain-lain.
Silakan daftar anakmu segera melalui program trial class gratis, atau konsultasi terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp admin di 62 858‑2318‑6507.