Neon Bit

Mendengar kata coding, mungkin menjadikan kamu sedikit merinding. Hal ini wajar mengingat coding identik dengan penulisan kode-kode rumit, logika yang tajam, analisis detail, dan kreativitas tinggi.

Sebagai orang tua, terlebih yang tidak memiliki latar belakang IT, coding pasti akan dianggap sebagai pelajaran yang rumit bagi anak. Apalagi saat ini kurikulum 2026 sudah memasukkan mata pelajaran coding.

Tidak sedikit orang tua yang khawatir anaknya akan kesulitan mempelajari coding. Lalu, benarkah coding sesulit itu? Sulit atau tidaknya coding tergantung pada metode dan kualitas pengajarnya.

Apabila metodenya tepat, coding bukan lagi mata pelajaran yang sulit. Malahan, coding bisa bikin anak jadi lebih pintar.

Apakah Coding Bikin Anak Pintar?

Jawabannya: iya. Coding bisa bikin anak pintar apalagi jika metode belajar coding yang diberikan sesuai dengan umur anak. Anak usia 4-8 tahun tentu tidak bisa langsung diberikan materi coding berupa bahasa pemrograman seperti Java, PHP, C++, dan lain-lain.

Baca Juga: Coding Bukan Cuma Bikin Aplikasi – Ini yang Anak Pelajari!

Platform coding seperti Scratch akan jauh lebih bersahabat untuk anak usia 4-8 tahun. Jawaban ini pasti sudah cukup menjawab pertanyaanmu. Tapi, untuk kamu yang penasaran pastinya akan bertanya lebih dalam lagi.

“Bagaimana bisa coding bikin anak pintar?”

Ada delapan alasan mengapa coding bisa bikin anak pintar. Delapan alasan tersebut dimulai dari:

1. Membentuk Pola Pikir Terstruktur

Di dalam coding, anak akan bertemu dengan berbagai struktur kode dan visual yang harus disusun demi dapat menyelesaikan tugas tertentu. Penyusunan kedua elemen tersebut tentu saja tidak boleh dilakukan sembarangan.

Anak harus tahu terlebih dahulu dasar dari coding, yakni pola pikir yang logis. Bersama dengan pengajar yang tepat, kemampuan ini perlahan akan muncul dan anak bisa dengan mudah menyusun struktur kode atau visual jadi program tertentu yang bermanfaat.

2. Membantu Anak Temukan Pola Pikir Logis

Dalam proses penyusunan struktur kode dan visual sebelumnya, anak akan dididik untuk menyelesaikan masalah yang paling mudah terlebih dahulu. Ketika anak melihat masalah yang besar, anak akan langsung dapat menguraikan masalah tersebut ke dalam sub-sub masalah. 

Pola pikir seperti inilah yang pada akhirnya mengajarkan anak untuk fokus pada masalah kecil yang dapat diselesaikan sebelum fokus pada masalah yang lebih besar.

3. Membantu Anak Lebih Mudah Pahami Matematika

Hampir semua orang tua sepakat jika anak yang jago matematika pasti pintar. Nah, Vineet Srivastava, ahli desain sistem dari India mengungkapkan bahwa coding dapat meningkatkan pemahaman matematika menjadi lebih baik.

Temuan ini didapatkan dari eksperimennya pada siswa yang menyelesaikan soal visualisasi koordinat sumbu X dan Y. Siswa itu mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal sebelum akhirnya bisa dengan mudah menyelesaikannya dengan program coding, Scratch.

4. Meningkatkan Kemampuan Penulisan & Bercerita

Selanjutnya adalah coding yang dapat meningkatkan kemampuan penulisan & bercerita anak. Program coding seperti Scratch tidak langsung mengajarkan anak pada sintaks coding yang rumit.

Alih-alih demikian, Scratch, terutama yang dipelajari di Neon Bit akan mendidik anak kamu untuk membuat narasi dengan tokoh, suara, dan latar yang bervariasi.

Narasi ini kemudian menjadi dasar dari program yang dibuat. Setelah program selesai, anak akan dilatih untuk mempresentasikannya di depan teman-teman sebaya.

5. Mengajarkan Anak untuk Terbiasa Fokus

Coding menuntut coder untuk fokus. Hal ini wajar mengingat kesalahan kecil sedikit saja dapat berakibat pada tidak berjalannya program yang diinginkan. Latihan fokus seperti ini tentu saja baik untuk anak.

Apalagi di zaman di mana informasi serba cepat dan instan. Anak cenderung lebih mudah kehilangan fokus saat belajar hanya gara-gara notifikasi di smartphone-nya muncul.

6. Menanamkan Karakter Pantang Menyerah pada Anak

Berikutnya adalah coding yang mengajarkan anak akan karakter pantang menyerah. “Apa hubungannya karakter pantang menyerah dengan pintar?” Perlu diketahui bahwa menjadi orang pintar bukan anugerah alami semata.

Orang menjadi pintar karena otaknya yang sering diasah, belajar dari kesalahan, justru lebih banyak ketimbang orang yang pintar karena anugrah alami. Di coding, anak akan dipacu untuk terus belajar dari kesalahan.

Menemukan kegagalan sembari memikirkan cara yang lebih untuk menyelesaikan masalah. Setelah program berhasil diselesaikan, anak akan mendapatkan perasaan bangga tersendiri, yang itu tidak mudah diungkapkan.

7. Meningkatkan Kreativitas Anak

Pernah dengar kisah Thomas Alva Edison yang perlu gagal berkali-kali sebelum akhirnya bisa menemukan bola lampu? Dari setiap kegagalan itulah, Edison belajar banyak cara kreatif untuk menemukan lampu.

Hal inilah yang juga akan dirasakan oleh anak saat belajar coding. Dari setiap kegagalan penyusunan struktur kode dan visual, anak akan terlatih untuk mencoba berbagai struktur kode dan visual lain yang lebih dekat pada solusi yang sebenarnya.

8. Memperkuat Literasi Digital Anak

Terakhir, adalah coding yang dapat memperkuat kemampuan literasi digital anak. Literasi digital adalah kemampuan menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat, dan mengomunikasikan informasi secara sehat, bijak, dan cerdas.

Kemampuan inilah yang menjadikan anak sadar akan jenis informasi manakah yang cocok untuk dikonsumsi.

Tambahan, kemampuan literasi digital ini sangat penting untuk dimiliki seorang anak terlebih di era media sosial. Era di mana candaan tidak lagi mengenal batas moralitas yang jelas.

Sebagai orang tua, kamu pasti was-was jika anak yang selama ini dididik untuk menjadi anak yang sopan dan berbudi luhur, malah tumbuh menjadi pribadi yang suka dengan candaan seksis, rasis, atau SARA.

Kamu pasti nggak mau anak-anaknya meniru apa yang dilakukan oleh mahasiswa FH UI yang viral beberapa waktu belakangan ini.

FAQ Seputar Konten

1. Apakah semua anak bisa belajar coding sejak dini?

Ya, selama metode pembelajaran disesuaikan dengan usia anak, seperti menggunakan platform visual dan interaktif, coding bisa dipelajari oleh hampir semua anak.

2. Apakah coding bisa membantu anak lebih siap menghadapi perkembangan teknologi?

Tentu saja. Coding membantu anak memahami teknologi dari sisi yang lebih dalam, bukan sekadar pengguna, tetapi juga sebagai pencipta.

Kesimpulan

Inilah penjelasan lengkap tentang bagaimana coding bisa bikin anak pintar.

Jika kamu ingin mengikutsertakan anaknya ke les coding, Neon Bit adalah solusi terbaik. Neon Bit sudah bekerja sama dengan banyak lembaga pendidikan ternama seperti Neuron Yogyakarta, IONs, Archimedes Academy, Integral Offset, dan lain-lain.

Silakan daftar anakmu segera melalui program trial class gratis, atau konsultasi terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp admin di 62 858‑2318‑6507.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *