Neon Bit

Masih ingatkah kamu dengan Yuma Soerianto?

Anak yang dulu viral sebagai programmer hebat, sudah membuat aplikasi “Kid Calculator” di usia 9 tahun, dan lima kali lolos beasiswa Apple Worldwide Developer Conference tahun 2017, 2018, 2019, 2020, dan 2021. Saat ini, ia sedang menimba ilmu di Stanford University.

Anak kamu yang memiliki minat tinggi di bidang teknologi, bisa saja mengikuti jejak sukses Yuma Soerianto. Yang perlu kamu lakukan sebagai orang tua adalah memotivasinya belajar coding. 

Lalu, apakah anak yang mempelajari coding “hanya” akan membuat aplikasinya sendiri? Tentu tidak. Pahami lebih dalam untuk apa saja anak belajar coding di dalam artikel ini.

Untuk Apa Saja Anak Belajar Coding? Apa Saja yang Bakal Anak Pelajari?

Ada banyak manfaat yang bisa anak kamu dapatkan dari belajar coding. Lima di antara banyak manfaat tersebut akan admin kupas lengkap di dalam artikel ini. Adapun manfaat yang pertama adalah:

Mengajarkan Logical Thinking

Manfaat yang pertama adalah coding yang mampu menjadikan anak terbiasa berpikir logis. Mereka dapat melihat permasalahan dari hubungan sebab dan akibat. Dari hal ini, anak bisa menyadari bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensinya masing-masing.

Selain itu, anak akan terbiasa berpikir menyelesaikan masalah dengan memecahnya menjadi sub-masalah yang mudah diselesaikan. Kemampuan memecah masalah ini termasuk ke dalam dekomposisi, salah satu komponen penting logical thinking.

Mengajarkan Structural Thinking

Penelitian yang dilakukan Dr. Yunias Setiawati, dr.Sp.K.J(K) di Surabaya tahun 2024 menunjukkan bahwa 15,1% anak-anak terindikasi memiliki gejala ADHD. Di tingkat nasional, data Kementerian Kesehatan 2023 menunjukkan bahwa 1 dari 20 anak menunjukkan gejala ADHD.

ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengatur fokusnya. Salah satu gejala yang paling kentara dari anak ADHD adalah dirinya yang cepat lupa dan tidak sabaran.

Melalui coding anak-anak akan belajar fokus pada satu hal secara sistematis. Mulai dari fokus memecahkan satu sub-masalah menuju satu sub-masalah lainnya.

Mengajarkan Kegigihan dan Pantang Menyerah

Siapa yang tidak mau memiliki anak dengan mental pantang menyerah? Semua orang tua termasuk kamu pasti menginginkannya. Tapi, siapa yang tidak bersedih hati atau was-was ketika memiliki anak yang mudah menyerah?

Sebagai orang tua kamu pasti akan mencari segala cara agar si anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, serta tidak manja. Sifat seperti inilah yang nantinya akan menolong anak menghadapi kerasnya kehidupan di kala dewasa.

Di coding, anak-anak akan terus dipacu menyelesaikan masalah sampai dengan benar-benar sukses. Reward yang mereka dapatkan mungkin tidak seberapa, (hanya sekadar aplikasi yang berjalan sesuai keinginan)

Namun, proses pemecahan masalah yang berhasil inilah yang bakal jadi kebanggaan tersendiri untuk anak terus “mencari masalah” lain untuk diselesaikan.

Meningkatkan Kemampuan Matematika

Berikutnya adalah coding yang mampu meningkatkan kemampuan matematika anak. Beberapa dari kamu mungkin bertanya-tanya tentang apakah hubungan dua pelajaran yang sekilas tidak saling berhubungan ini?

Pernah belajar operasi aljabar, integral, consinus, sinus, dan tangen? Dalam coding, semua konsep matematika tersebut diterapkan. Coding membantu anakmu mempelajari aljabar dan berbagai turunannya melalui metode yang jauh lebih bersahabat.

Anak-anak dapat melatih logika matematika menjadi lebih baik melalui proses identifikasi pola dan gambar.

Keterampilan Menulis dan Bercerita Menjadi Lebih Baik

Terakhir tetapi tidak kalah penting untuk kamu ketahui sebagai orang tua, adalah coding yang mampu meningkatkan keterampilan menulis dan bercerita anak menjadi lebih baik. Perlu orang tua ketahui bahwa pada usia 4-5 tahun, anak-anak sudah dapat diajarkan kemampuan baca-tulis.

Belajar coding terutama dari materi yang diberikan oleh kursus coding Neon Bit, akan membantu anak meningkatkan kemampuan baca-tulis. Mereka tidak hanya akan mengenal huruf dan angka, bunyi kata, sebagainya, tetapi juga mulai belajar bagaimana caranya membuat narasi sendiri.

Mereka dapat belajar menuangkan imajinasi secara bebas ke dalam bentuk karya digital.

Anak-Anak yang Jago Coding Bisa Jadi Apa?

Selain Yuma Soerianto, siapa lagi anak-anak jago coding dan berhasil mendapatkan sukses besar?

Benjamin Ahmed

Alt Text Images & Image Description: Mempelajari Coding Dapat Meningkatkan Peluang Besar untuk Cuan – Benjamin Ahmed Bukti Nyatanya)

Benjamin Ahmed adalah contoh anak kedua yang sukses mendapatkan untung besar dari pemahaman codingnya. Di tahun 2021, tahun di mana demam NFT masih melanda dunia, Ahmed berhasil membuat NFT sendiri dengan nama Weird Whales.

Dalam waktu dua bulan, programmer ini sukses menjual NFT dan mendapatkan untung USD 400.000 atau sekitar Rp5,7 miliar. 

Tanmay Bakshi

Alt Text Images & Image Description: Untuk Apa Anak Belajar Coding? Untuk Membantu Menemukan Jenjang Karier yang Lebih Baik)

Contoh kedua ada dari Tanmay Bakshi. Ia sudah mempelajari coding sejak usia lima tahun dari ayahnya yang juga programmers. Belajar dari kecil, kegigihan, jaringan yang kuat, serta tentu saja nalarnya yang kuat, menjadi Tanmay sukses diterima sebagai karyawan IBM.

Padahal usianya saat itu masih menginjak angka 14 tahun. Sekarang, dikenal sebagai AI & Software Architect. Ia juga beberapa kali tampil sebagai pembicara di TED Speaker. Ia merupakan bagian dari Google Developer Expert.

Samaira Mehta

Berikutnya ada Samaira Mehta. Samaira menjadi programmer cilik wanita pertama yang akan kita bahas di dalam artikel ini. Samaira berhasil memukau dunia dengan kemampuan codingnya di usianya yang saat itu masih 8 tahun.

Ia berhasil menciptakan CoderBunnyz yang memudahkan anak-anak lain belajar coding. Ia bahkan sukses menggelar 60 sesi workshop dan melatih 2 ribu anak di Silicon Valley. Saat ini, berdasarkan informasi dari laman LinkedIn-nya, Samaira sebagai Inventor di CoderMindz dan penulis di The MIT Press.

Amanda Southworth

Setelah Samaira Mehta, mari kita berkenalan dengan programmer cilik wanita cerdas lainnya bernama Amanda Southworth. Amanda mulai mempelajari coding sejak usia 11 tahun. Hanya berselang empat tahun, Amanda sudah bisa menghasilkan cuan dari kemampuan codingnya.

Ia bahkan sudah membuat dua aplikasi sekaligus bersama Apple, yakni Anxiety Helper dan Verena. Saat ini, Amanda bekerja sebagai CTO di Faura Inc, sebuah perusahaan konsultan bisnis asuransi.

Seth Yee

Terakhir ada Seth Yee, bocah yang lahir di tahun 2017. Di usia 8 tahun, usia yang umumnya anak baru menginjak kelas 2 SD, Yee sudah berhasil masuk ke dalam deretan The World’s Most Genius Boys. Tidak tanggung-tanggung, di usia itu ia sudah bisa menguasai tiga bahasa pemrograman sekaligus yaitu JavaScript, Python, dan Arduino. 

Selain lima nama di atas, masih ada banyak nama lain yang bisa kamu kepoin satu per satu. Contohnya seperti Kautilya Katariya, Santiago Gonzalez, Mike T Wimmer, Sirish Subash, Arfa Karim, Ayan Quresh, Suborno Isaac Bari, dan lain-lain.

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, sebenarnya memungkinkan orang tua untuk lebih mencetak generasi jago coding seperti anak-anak sebelumnya yang sudah admin bahas.

FAQ Seputar Konten

Kapan waktu terbaik anak mulai belajar coding?

Anak bisa mulai belajar coding sejak usia 4-5 tahun melalui metode yang disesuaikan.

Apakah anak harus jago matematika sebelum jago coding?

Tidak juga. Coding justru dapat membantu anak lebih mudah memahami konsep matematika.

Apakah belajar coding menjamin anak sukses di masa depan?

Tidak menjamin, tetapi coding dapat membekali anak dengan pola pikir logis, kreatif, dan problem solving yang sangat dibutuhkan di berbagai bidang.

Kesimpulan

Inilah penjelasan lengkap tentang coding dan manfaat jangka panjangnya untuk anak. Jadi, jika kamu mendapatkan pertanyaan “Untuk apa anak belajar coding?”, artikel ini dapat membantu kamu menjawabnya.

Jadi, tunggu apa lagi? Ikutsertakan anaknya ke kursus coding anak terbaik, Neon Bit. Neon Bit sudah bekerja sama dengan banyak lembaga pendidikan ternama seperti Neuron Yogyakarta, IONs, Archimedes Academy, Integral Offset, dan lain-lain.

Silakan daftar anakmu segera melalui program trial class gratis, atau konsultasi terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp admin di 62 858‑2318‑6507.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *