2026, mungkin menjadi tahun yang paling sibuk untuk guru dan murid. Selain harus terbiasa dengan program MBG (Makan Bergizi Gratis), guru juga akan dipusingkan dengan masuknya pelajaran baru Koding dan Kecerdasan Artifisial dalam Kurikulum Nasional 2026.
Meskipun demikian, tambahan mata pelajaran baru ini sama sekali tidak mengubah nomenklatur “Kurikulum Merdeka”. Sebagai orang tua dan mungkin juga sebagai guru, kamu pastinya sedikit terhibur dengan berita ini. Penambahan mata pelajaran (diharapkan) tidak akan mengganggu stabilitas administrasi.
Lalu, bagaimana dampaknya untuk anak sebagai objek yang bakal merasakan langsung mata pelajaran koding? Apa artinya koding yang masuk dalam Kurikulum Nasional 2026?
Untuk mengetahui jawaban lengkapnya, silakan simak baik-baik artikel ini ya!
Tambahan Pilihan untuk Program Intrakurikuler, Kurikuler, Ekstrakurikuler
Masuknya koding ke dalam kurikulum 2026 akan memberikan tambahan pilihan mata pelajaran yang lebih banyak kepada anak-anak.
Dalam tiga program populer sekolah untuk mengembangkan kompetensi siswa, Intrakurikuler, Kokurikuler, Ekstrakurikuler, satuan pendidikan dapat mengembangkan berbagai jenis mata pelajaran baru berhubungan langsung dengan koding.
Contohnya seperti robotika, data science, mobile & game developer, cyber security, dan lain-lain. Sebagai informasi tambahan, berikut ini adalah perbedaan antara tiga program kuler sekolah:
- Intrakurikuler: Kegiatan pembelajaran utama yang dilakukan di dalam jam pelajaran.
- Kokurikuler: Kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran kelas untuk mendukung materi intrakurikuler.
- Ekstrakurikuler: Kegiatan di luar jam pelajaran wajib yang dilakukan di sekolah atau luar sekolah.
Jadi, sebagai orang tua kamu harus tahu bahwa kegiatan kurikuler tidak hanya tentang ekstrakurikuler seperti pramuka saja ya!
Anak-Anak Terdidik Menjadi Generasi dengan Literasi Digital yang Kuat
Masuknya koding ke dalam kurikulum Nasional 2026 juga akan membantu anak terdidik sebagai generasi yang melek digital. Sedari dini mereka terlatih dengan kemampuan literasi digital yang tinggi.
Apa itu literasi digital? Kata ini mungkin sering terdengar di telingamu sebagai orang tua. Tapi, tahu gak sih apa literasi digital itu? Apakah literasi digital itu sebatas mampu memilih konten yang sesuai saja?
Literasi digital memiliki cakupan yang lebih luas, dimulai dari memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dengan teknologi digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Kemampuan ini tidak hanya mengajarkan anak untuk terhindar dari hoaks, tetapi juga terhindar dari pelaku penyebar atau bahkan pembuat hoaks.
Lalu, apa hubungannya antara koding dengan literasi digital? Jawaban dari pertanyaan ini bisa kamu dapatkan lengkap melalui klik link artikel di bawah ini:
Membantu Anak untuk Berpikir Jauh Mengenai Masa Depannya
Pengaruh masuknya koding dalam kurikulum 2026 untuk anak adalah dapat membantu mereka menata masa depan yang lebih baik. Ya, hal ini wajar karena koding adalah salah satu kemampuan dalam bidang Teknologi Informasi yang paling dibutuhkan.
Ada banyak alasan mengapa kemampuan ini akan selalu dibutuhkan. Salah satunya adalah era informasi sekarang ini yang serba digital dan serba cepat. “Bukankah sekarang sudah AI?”
Artificial Intelligence adalah konsep teknologi yang meniru kecerdasan manusia. Konsep ini diberikan kemampuan belajar, bernalar, mengenali pola, dan memecahkan masalah layaknya manusia hanya saja dengan skala dan ruang lingkup yang lebih luas.
Konsep teknologi ini sama sekali tidak akan bisa mengganti manusia. Oleh sebab itu, meskipun AI mampu membantumu koding otomatis, tetap saja evaluasi kualitas proses dan hasilnya membutuhkan programmer ahli berpengalaman.
Anak-anak yang mampu menguasai koding dari kecil, memiliki peluang besar untuk menjadi:
- Software developer.
- Web developer.
- Mobile app developer.
- Data scientist/analyst.
- Database manager.
- Game developer.
- Dan lain-lain.
Bukan tidak mungkin anakmu akan mengikuti langkah sukses dari anak-anak lain yang sudah sukses duluan dari koding, seperti Yuma Soerianto misalnya.
Tantangan Penerapan Koding dalam Kurikulum Nasional 2026
Berbagai keuntungan dan potensi koding dalam kurikulum Nasional 2026 pastinya diikuti dengan kekurangan. Seperti yang kita ketahui bersama, masalah pendidikan di Indonesia itu tidak jauh-jauh dari masalah:
- Kualitas tenaga pengajar.
- Sistem administrasi yang seringnya bertele-tele.
- Dan kesenjangan akses dan infrastruktur digital.
Untuk masalah yang ketiga, pastinya akan menjadi masalah jika sebuah sekolah benar-benar ingin menerapkan koding di dalam sistem pengajarannya. Sekolah yang berada di daerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) pastinya tidak akan mudah untuk menerapkan koding.
FAQ Seputar Konten
Apakah pelajaran koding wajib di Kurikulum Nasional 2026?
Tidak selalu wajib, koding bisa masuk sebagai bagian intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler sesuai kebijakan sekolah.
Apa manfaat utama koding bagi anak di sekolah?
Koding membantu anak meningkatkan literasi digital, berpikir logis, serta mempersiapkan keterampilan masa depan di bidang teknologi.
Apakah semua sekolah siap mengajarkan koding?
Belum tentu, karena masih ada tantangan seperti keterbatasan tenaga pengajar dan infrastruktur, terutama di daerah 3T.
Apakah koding tetap penting di era AI?
Tetap penting, karena AI tetap membutuhkan manusia untuk mengembangkan, mengelola, dan mengevaluasi sistem yang dibuat.
Apakah anak harus bercita-cita di bidang IT jika belajar coding?
Tidak harus, karena keterampilan koding juga berguna untuk melatih pola pikir yang bisa diterapkan di berbagai bidang lain.
Kesimpulan
Inilah penjelasan lengkap tentang pengaruh masuknya koding ke dalam Kurikulum Nasional 2026 untuk anak. Masuknya koding ke dalam kurikulum Nasional membuka peluang bagi anak untuk mengembangkan keterampilan digital, berpikir logis, dan kesiapan menghadapi masa depan.
Jadi, tunggu apa lagi? Ikutsertakan anaknya ke kursus coding anak terbaik, Neon Bit. Neon Bit sudah bekerja sama dengan banyak lembaga pendidikan ternama seperti Neuron Yogyakarta, IONs, Archimedes Academy, Integral Offset, dan lain-lain.
Silakan daftar anakmu segera melalui program trial class gratis, atau konsultasi terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp admin di 62 858‑2318‑6507.