5 Pertanyaan yang Wajib Diajukan Sebelum Mendaftarkan Anak ke Kursus Coding!

Tahun 2026 adalah tahun di mana kita sudah memasuki era AI slop. AI slop adalah istilah untuk konten digital berkualitas rendah yang diproduksi massal, cepat, dan tidak memiliki makna mendalam. Konten-konten seperti lekatnya hubungannya brain rot dan hoaks. Sebagai orang tua yang kenyang pengalaman, kita pasti sudah familiar dengan istilah ini. Terlalu banyak mengonsumsi konten digital seperti ini terlebih untuk anak-anak, akan menjadikan mereka susah fokus dan sulit berpikir kritis. Oleh sebab itulah, kebanyakan orang tua saat ini sedang berusaha melatih kemampuan literasi digital kepada anaknya. Salah satu caranya adalah dengan mengikutsertakan mereka ke kursus coding. Pertanyaan yang Wajib Diajukan Sebelum Mendaftarkan Anak ke Kursus Coding Jika kamu termasuk orang tua yang seperti ini, maka kamu wajib tahu apa saja pertanyaan yang harus diajukan sebelum benar-benar mendaftarkan anaknya ke kursus coding. Baca Juga: Manfaat Belajar Coding untuk Anak Lalu, apa saja pertanyaan tersebut? 1. Apakah Anak Kamu Benar-Benar Memiliki Minat yang Kuat Terhadap Coding Klise, tapi pertanyaan pertama inilah yang akan menjadi penentu paling krusial dari investasi pendidikan yang kamu lakukan sebagai orang tua. Apabila anak memang tidak memiliki minat yang kuat di bidang coding atau teknologi, maka kamu tidak boleh memaksanya. Anak mungkin bisa saja mengikuti proses pembelajaran yang diberikan, tetapi karena dari awal mereka tidak menyukainya, hasil yang diharapkan tidak akan maksimal didapatkan. Lalu, apa jadinya jika anak punya potensi kuat dalam bidang coding tetapi mereka tidak atau belum mengetahuinya? Yang perlu kamu lakukan sebagai orang tua adalah dengan memberikannya motivasi dan pendampingan yang intens. 2. Bagaimana Kurikulum Coding yang Dijalankan Lembaga Kursus Terpilih? Pertanyaan kedua yang harus kamu ajukan adalah bagaimana kurikulum coding yang diterapkan oleh lembaga kursus. Pertanyaan ini penting untuk diajukan karena kamu tentu tidak mau anak kamu malah belajar coding yang kompleks dan belum sesuai untuk umurnya. Selain itu, pertanyaan ini juga akan membantu kamu melihat seberapa adaptif lembaga kursus terhadap perkembangan terbaru dunia coding. Apakah lembaga kursus benar-benar berpatokan pada standar industri atau tidak sama sekali? 3. Bagaimana Metode Belajar yang Diterapkan dan Latar Belakang Pengajar Lembaga Kursus? Selanjutnya adalah bertanya tentang bagaimana metode belajar yang diterapkan dan bagaimana latar belakang pengajar lembaga kursus. Hal seperti ini penting untuk ditanyakan karena menyangkut kenyamanan dan keseriusan anak dalam mempelajari coding. Apabila metode belajar yang diterapkan terlalu teoritis atau serius, anak akan merasa cepat bosan atau tertekan. Perasaan seperti ini tentu tidak akan membantunya memahami materi coding yang baik. Selain itu, pastikan juga pengajar di kursus coding terpilih benar-benar memiliki background yang relevan, memiliki pengalaman mengajar anak-anak lebih dari cukup, dan memiliki nilai tambah, seperti memiliki sertifikat kredibel dalam mengajar. 4. Fasilitas Apa Saja yang Akan Didapatkan oleh Anak dan Orang Tua? Berikutnya adalah bertanya tentang apa saja fasilitas yang akan didapatkan oleh anak dan orang tua selama periode kursus coding berlangsung. Umumnya, kursus coding akan memberikan fasilitas belajar seperti koneksi internet yang stabil, komputer khusus untuk belajar coding, meja dan kursi yang nyaman, dan lain-lain. Selain fasilitas fisik, sebagai orang tua kamu juga harus bertanya tentang fasilitas proses belajar mengajar yang dapat ditawarkan lembaga kursus. Umumnya, proses belajar mengajar ini dapat dilakukan dengan tiga tipe kelas yakni, online, tatap muka di kelas, dan private. Setiap tipe kelas pastinya memiliki metode dan fasilitas pendukung yang berbeda-beda. 5. Berapakah Biaya untuk Kursus Coding di Lembaga Terpilih? Pertanyaan terakhir yang bisa kamu ajukan sebagai orang tua adalah berapakah biaya untuk kursus coding di lembaga terpilih. Perlu kamu ketahui terlebih dahulu, biaya kursus coding ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor yang dimaksud seperti: Kompleksitas materi, cara mengajar, dan kualitas pengajar atau lembaga, selalu berbanding lurus dengan tinggi rendahnya biaya kursus coding. Namun, secara umum biaya kursus coding anak berada pada rentang Rp300.000 sampai dengan Rp3.000.000. Kamu bisa membaca lebih lengkap rinciannya melalui link artikel di bawah ini: Baca Juga: Biaya Kursus Coding Anak 2026 FAQ Kelas Coding Anak 1. Mengapa orang tua perlu memahami kurikulum sebelum memilih kursus coding? Karena kurikulum menentukan materi, tingkat kesulitan, serta metode belajar yang akan diterima anak. Kurikulum yang sesuai usia dan kemampuan anak dapat membantu proses belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan. 2. Apakah anak yang belum pernah mempelajari coding tetap bisa mengikuti kursus? Ya, tetap bisa. Hal ini sangat tergantung pada metode belajar dan yang diterapkan oleh lembaga kursus. Apabila lembaga kursus terpilih memiliki tenaga pengajar profesional, ahli, dan berpengalaman, itu juga akan memudahkan anak dalam mempelajari coding. 3. Apakah kemampuan coding itu penting untuk masa depan? Ya. Coding dapat membantu anak memahami teknologi dengan cepat dan dengan batasan yang jelas. Kesimpulan Inilah penjelasan lengkap tentang pertanyaan yang wajib kamu ajukan sebelum mendaftarkan anaknya ke kursus coding. Apabila kamu berminat mendaftarkan anaknya ke Program Les Coding untuk Anak, Neon Bit adalah rekomendasi terbaik. Neon Bit sudah bekerja sama dengan banyak lembaga pendidikan ternama seperti Neutron Yogyakarta, IONs, Archimedes Academy, Integral Offset, dan lain-lain.Silakan daftar anak segera melalui program trial class gratis, atau konsultasi terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp admin di 62 858‑2318‑6507.
Tips Sederhana Jadikan Screen Time Anak Lebih Produktif dengan Coding

Sebagai orang tua, kita tentu saja khawatir jika sang buah hati lebih banyak menghabiskan waktunya di depan gadget, baik itu smartphone atau komputer. Bagaimana tidak? Terlalu sering berada di depan gadget akan berakibat buruk pada kesehatan fisik dan mental anak. Mulai dari kesehatan mata anak yang mulai menurun hingga anak yang kesulitan melakukan komunikasi dengan orang-orang sekitarnya. Lalu, bagaimana solusi terbaiknya? Apakah dengan menghilangkan waktu anak bermain gadget? Tentu tidak. Penting bagi orang tua untuk memahami screen time yang baik dan produktif. Kamu bisa mencoba mengalihkan screen time anak ini dengan coding. Bagaimana caranya? Simak baik-baik tipsnya di sini ya! Tips Mengubah Screen Time Anak Menjadi Produktif Berikan Contoh yang Baik Sebagai Orang Tua Tips mengubah screen time anak menjadi produktif pertama adalah dengan memberikan contoh yang baik. Ya, perlu diketahui bahwa anak adalah peniru yang ulung. Anak akan mudah meniru apa pun yang mereka lihat, terlebih jika itu dari kamu sebagai orang tuanya. Jika kamu lebih banyak menghabiskan waktu di depan gadget, maka anak akan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang normal. Kamu sebagai orang tua tidak bisa berharap anak akan langsung menjalankan nasehat yang diberikan jika kamu sendiri tidak menjalankan nasehat tersebut. Menetapkan Jadwal Penggunaan Gadget Tips mengubah screen time anak menjadi produktif kedua adalah dengan menetapkan jadwal penggunaan gadget. Ya, hal ini penting agar anak tidak menjadi ketergantungan dengan gadgetnya. Kamu bisa memilih hari-hari tertentu di mana anak dibebaskan untuk menggunakan gadget. Misalnya pada hari Sabtu dan Minggu. Selain menentukan hari, kamu juga harus membatasi waktu penggunaan gadget. Misal hanya tiga jam per hari yang ditentukan. Patuhi jadwal yang sudah disepakati bersama. Menentukan Zona Bebas Gadget Selanjutnya adalah dengan menentukan zona bebas gadget. Sebagai orang tua, kamu pasti kesal ketika melihat anak yang tidak kunjung menghabiskan makanannya karena terlalu fokus dengan video atau game yang dilihat atau dimainkannya. Oleh sebab itu, tentukan zona bebas gadget, misalnya di ruang makan dan ruang keluarga, tidak boleh ada interaksi dengan gadget sama sekali. Sebagai orang tua, kamu juga dapat menyimpan smartphone anak di tempat yang tidak mudah dijangkau sebelum mereka tidur. Manfaatkan Fitur Parental Control Berikutnya adalah dengan memanfaatkan fitur parental control. Fitur seperti ini memudahkan kamu sebagai orang untuk mengawasi kegiatan screen time anak. Kamu jadi tahu apa saja konten yang sudah ia konsumsi di waktu bebas screen time-nya. Tidak hanya itu saja, kamu juga bisa mengendalikan gadget mereka untuk screen off otomatis di jam atau hari-hari tertentu. Ada banyak rekomendasi aplikasi monitoring keluarga yang menyediakan fitur ini. Salah satunya adalah Google Family Link. Berikan Alternatif Kegiatan yang Bermakna Tips sederhana untuk bantu kamu mengubah screen time anak jadi lebih produktif, adalah dengan memberikan mereka alternatif kegiatan yang bermakna sekaligus menyenangkan. Misalnya pada hari Sabtu atau Minggu, anak diberikan misi khusus untuk membersihkan rumah. Setiap kegiatan bersih-bersih yang diselesaikan akan mendapatkan jumlah poin tertentu. Nah, poin yang berhasil dikumpulkan dapat digunakan untuk menambah waktu bermain game atau dengan hadiah lain. Tentu saja masih banyak kegiatan alternatif lain yang dapat kamu coba bersama sang buah hati. Misalnya dengan mengajaknya jalan-jalan di taman sembari membaca buku dongeng atau sekadar bercerita tentang apa saja yang sudah dilalui anak selama di hari-hari sekolah sebelumnya. Selain itu, kamu juga bisa mengarahkan kegiatan screen time dengan aktivitas coding yang menantang sekaligus menyenangkan. Screen Time Produktif dengan Belajar Coding Untuk kamu yang memilih kegiatan alternatifnya berupa coding, kamu bisa menjelaskan tentang apa itu coding dan manfaatnya. Tentu saja penjelasan dan cara menjelaskannya harus disesuaikan dengan umur anak agar mereka lebih cepat tertarik. Contohnya, daripada menjelaskan bahwa coding itu dapat membantu seseorang membangun aplikasi yang kompleks, jelaskan kepada mereka bahwa dengan coding, sang buah hati dapat menciptakan gamenya sendiri, dengan item yang dapat dikustomisasi sesuka hati, dan tidak perlu uang untuk top up membelinya. Selaras dengan hal ini, kamu bisa memilih platform coding yang seru untuk anak. Ada banyak rekomendasi platform coding yang seru untuk anakmu jelajahi. Beberapa di antaranya yakni: FAQ Seputar Kelas Coding Anak Neon Bit 1. Apakah screen time anak harus dihilangkan sepenuhnya? Tidak. Screen time tetap boleh diberikan selama aktivitasnya terkontrol dengan baik. 2. Bagaimana caranya agar anak tertarik belajar coding? Jelaskan kepada mereka bahwa membuat game jauh lebih menyenangkan ketimbang bermain game. Anak bahkan dapat mengubah karakter di dalam game tanpa perlu khawatir batasan tertentu. 3. Apakah coding dapat menjadikan anak kecanduan? Jawabannya tergantung, tetapi secara umum coding tidak menjadikan anak kecanduan. Coding adalah aktivitas aktif yang melatih logika dan kreativitas dan bukan hiburan pasif seperti game. Kesimpulan Inilah penjelasan lengkap tentang tips mengubah screen time anak lebih produktif dengan coding. Sayangnya, memotivasi anak untuk belajar coding secara mandiri bukanlah perkara yang mudah. Apalagi untuk kamu yang tidak memiliki latar belakang IT dan kemampuan mengajar yang baik. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk kamu mengikutsertakan anaknya ke les coding profesional. Jika kamu ingin mengikutsertakan anaknya ke les coding, Neon Bit adalah solusi terbaik. Neon Bit sudah bekerja sama dengan banyak lembaga pendidikan ternama seperti Neutron Yogyakarta, IONs, Archimedes Academy, Integral Offset, dan lain-lain.Silakan daftar anakmu segera melalui program trial class gratis, atau konsultasi terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp admin di 62 858‑2318‑6507.
Coding untuk Anak Perempuan: Kenapa Sangat Penting?

Apa yang ada di pikiranmu setelah mendengar kata coding? Sebagian besar darimu mungkin akan langsung terbayang sosok laki-laki penyendiri yang mengenakan hoodie, duduk di depan layar monitor yang penuh dengan kode. Bayangan ini terbilang wajar mengingat dunia coding memang masih didominasi oleh kaum adam. Laporan Microsoft tahun 2023 lalu, mengatakan bahwa secara global hanya ada 20% kaum hawa yang bekerja di bidang teknologi, termasuk coding. Tentu saja ada banyak alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Meskipun begitu, ini bukan berarti coding tidak penting untuk perempuan. Malahan, coding memiliki banyak manfaat bagi perempuan terlebih jika diajarkan sedari dini. Mengapa? Mengapa Coding untuk Anak Perempuan itu Penting? Sama halnya dengan anak laki-laki, coding pada umumnya dapat menjadikan siapa saja memiliki peningkatan daya pikir dan logika yang lebih kuat. Selain itu, coding juga melatih kemampuan problem solving anak menjadi lebih baik. Meningkatkan kreativitas daya pikir dan memunculkan ide brilian untuk inovasi baru. Di coding, anak pada umumnya akan belajar bagaimana caranya menyelesaikan masalah tanpa mudah menyerah. Lalu, apa saja manfaat khusus belajar coding untuk anak perempuan? Membantu Kemampuan Analisis dan Keterampilan Bahasa Meningkat Dua Kali Lipat Dr. Aisyah Dahlan, seorang dokter umum sekaligus pakar neuro parenting skill Indonesia mengatakan bahwa anak perempuan memiliki sambungan otak kanan dan kiri yang lebih seimbang daripada anak laki-laki. Keseimbangan ini menjadikan anak perempuan memiliki kemampuan analisis yang lebih cepat dan keterampilan bahasa yang lebih baik dibandingkan anak laki-laki pada umumnya. Anugerah seperti ini tentu menjadi lebih terasa apabila kamu sebagai orang tua terus melatihnya dengan coding. Membantu Anak Perempuan Agar Memiliki Emosional yang Lebih Baik Anak perempuan itu lebih ekspresif dan peka terhadap lingkungan sekitarnya. Tidak heran jika anak perempuan lebih mudah menangis ketika menonton drama korea favoritnya. Emosional seperti ini sebenarnya wajar. Tetapi, emosional tersebut terjadi di bawah alam sadar alias tanpa kontrol yang kuat, maka anak perempuan akan terjebak ke dalam perasaan cengeng dan gampang menyerah. Selain itu, tindakan impulsif lainnya seperti melukai diri sendiri bisa saja terjadi. Sangat Cocok untuk Anak Perempuan yang Hobi Menulis atau Menggambar Perlu kamu ketahui jika anak perempuan pada umumnya memiliki kemampuan motorik halus seperti menulis atau menggambar yang lebih baik ketimbang anak laki-laki. Di coding, kemampuan ini tentu saja akan menjadi lebih terasa. Coding mengharuskan kamu untuk fokus serta detail dalam menuliskan setiap baris kode. Tidak hanya itu saja, dalam program coding seperti Scratch, anak kamu akan belajar bagaimana caranya menyusun blok gambar yang dapat menyelesaikan masalah tertentu. Membantu Meningkatkan Peluang Kerja yang Lebih Baik di Dunia Teknologi Alasan terakhir mengapa coding begitu penting untuk anak perempuan adalah karena pemahaman coding yang baik akan memudahkan jalan kariernya di dunia teknologi. Hal ini wajar mengingat perempuan yang memiliki keterampilan teknologi yang baik terbilang sulit untuk ditemukan. Seperti yang sudah admin singgung di awal artikel, ada banyak alasan untuk ini. Beberapa di antaranya yakni: Contoh Perempuan Sukses di Bidang Coding Berbicara tentang perempuan sukses di bidang coding, kita pasti akan menemukan banyak contohnya. Dimulai dari zaman dulu seperti: Untuk zaman sekarang, mungkin akan mengenal nama-nama seperti: FAQ Seputar Coding untuk Anak Perempuan 1. Apakah coding hanya cocok untuk anak laki-laki? Tidak. Coding bisa dipelajari oleh siapa saja, termasuk anak perempuan, dan memberikan manfaat yang sama dalam meningkatkan logika, kreativitas, serta kemampuan problem solving. 2. Apakah belajar coding bisa membantu anak perempuan lebih percaya diri? Ya. Dengan menguasai skill yang masih jarang dimiliki, anak perempuan akan merasa lebih percaya diri dan berani menunjukkan kemampuannya, terutama di bidang teknologi. Kesimpulan Inilah penjelasan lengkap mengapa coding penting untuk anak perempuan. Secara garis besar, manfaat yang didapatkan kurang lebih sama dengan anak laki-laki. Baca Juga: Mengapa Coding Penting untuk Anak? Jika kamu ingin mengikutsertakan anaknya ke les coding, Neon Bit adalah solusi terbaik. Neon Bit sudah bekerja sama dengan banyak lembaga pendidikan ternama seperti Neutron Yogyakarta, IONs, Archimedes Academy, Integral Offset, dan lain-lain.Silakan daftar anakmu segera melalui program trial class gratis, atau konsultasi terlebih dahulu melalui nomor WhatsApp admin di 62 858‑2318‑6507.
Mengapa Coding Penting untuk Anak? Inilah Penjelasannya Lengkap!

Coding adalah salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dalam ekosistem teknologi informasi. Kemampuan ini menuntut pelakunya memiliki penalaran serta logika matematika yang kuat. Meskipun terdengar rumit, faktanya coding memiliki banyak manfaat bagi yang mempelajarinya. Terlebih untuk anak-anak. Anak-anak memiliki neuroplastisitas tinggi. Neuroplastisitas adalah kemampuan otak untuk terus bertumbuh, berubah, dan memperbaiki. Baca Juga: 3 Hal yang Perlu Diperhatikan dari Perkembangan Anak Usia Dini Sebagai orang tua, kamu harus peka terhadap kemampuan ini. Apabila anakmu memiliki minat yang kuat di bidang teknologi, maka tidak ada salahnya mengikutsertakan mereka ke dalam sekolah coding. Apa itu Coding? Sebelum membahas lebih dalam manfaat coding, ada baiknya untuk orang tua mengetahui terlebih dahulu apa itu coding. Coding adalah cara kita memberitahukan sesuatu yang diinginkan kepada komputer menggunakan bahasa komputer itu sendiri. Ada banyak aktivitas coding yang bisa orang tua temukan bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya seperti bermain game atau membuat robot sederhana melalui aplikasi tertentu. Perlu orang tua ketahui bahwa coding itu berbeda dengan programming. Programming memiliki ruang lingkup yang jauh lebih luas ketimbang coding. Programming mencakup perencanaan, rancangan algoritma, pengujian, hingga pemeliharaan. Coding hanyalah salah satu bagian dari programming. Jadi, orang tua tidak perlu khawatir nanti anaknya akan merasa pusing saat belajar coding. Apa Saja Manfaat Coding untuk Anak? Lagi pula, coding memiliki banyak manfaat penting untuk tumbuh kembang anak. Kok bisa? Temukan jawaban lengkapnya di artikel ini! 1. Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Sebagai orang tua, kita tentu saja khawatir jika Si Kecil kesulitan dalam menyelesaikan masalahnya sendiri dan selalu meminta bantuan orang lain. Bayangan akan ketidakmampuan anak di masa depan ketika berhadapan dengan masalah, mungkin saja timbul di benak kita, orang tuanya. Kita tentu tidak ingin anak menjadi pribadi yang manja. Perasaan was-was seperti ini, sebenarnya dapat hilang sepenuhnya dengan melatih anak terbiasa berhadapan dengan masalah. Menjadikan mereka selalu tertantang untuk mencari solusi secara mandiri. Dalam coding, anak-anak dipacu untuk memecahkan masalah menjadi sub-masalah yang mudah dikelola. Coding membantu anak mengidentifikasi masalah, memilih masalah mudah untuk diselesaikan terlebih dulu, lalu mencari solusi yang tepat. Proses ini membantu anak lebih mandiri dalam menghadapi masalah. Anak yang sedari kecil sudah terbiasa dengan problem solving akan jauh lebih percaya diri ke depannya. 2. Meningkatkan Kemampuan Computational Thinking Apa sih computational thinking itu? Computational thinking adalah kemampuan memecahkan masalah dengan bantuan komputer. Dalam arti lain, computational thinking adalah kemampuan berpikir layaknya komputer. Perlu diketahui bahwa komputer bekerja secara sistematis, fokus pada satu pemecahan terdekat, lalu dilanjutkan dengan pemecahan masalah berikutnya. Kemampuan berpikir seperti ini tentu membantu mental anak jadi jauh lebih stabil ketika menghadapi masalah. Anak secara perlahan terlatih untuk terhindar dari tindakan gegabah dan dominan pada intuisi. Anak menjadi lebih sabar dan terlebih dahulu memahami maksud dari masalah yang datang. Kemampuan seperti ini jelas sangat dibutuhkan terlebih untuk Generasi Alpha yang sudah melek akan teknologi sedari kecil. Di era banjir informasi saat ini, computational thinking dapat membantu mereka menjadi generasi literasi digital yang kuat. 3. Memacu Daya Kreativitas Manfaat coding untuk tumbuh kembang anak berikutnya adalah memacu daya kreativitas anak. Ya, coding adalah cara anti-mainstream yang bisa kamu terapkan untuk memicu rasa penasaran dan kreativitas anak. Kamu sebagai orang tua jadi memiliki banyak variasi permainan, selain permainan fisik seperti balok bangun, flash card, puzzle, busy book, origami, dan lain sebagainya. Anak menjadi tidak cepat bosan dan semakin akrab denganmu. Belajar coding bersama dengan anak juga menjadi salah satu sarana bonding yang baik. Kamu dapat menjadi teman berpikir sang anak ketika mengalami permasalahan coding. Semakin sering kamu berkomunikasi dengan anak, maka semakin banyak pula kenangan indah yang bisa tercipta. Kenangan ini tentu bisa menjadi pengingat anak di kala dewasa saat mengunjungimu di hari tua nanti. 4. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, coding membantu anak terbiasa dengan kemampuan komunikasi. Peningkatan kemampuan komunikasi yang ditawarkan tidak hanya dalam bentuk non-verbal tetapi juga verbal Ketika menghadapi masalah coding, anak bisa mengekspresikan kesulitannya kepada orang lain yang sekiranya dapat membantu. Perlu diketahui bahwa dalam dunia kerja nanti, programmer tidak hanya dituntut mampu bekerja secara mandiri, tetapi juga mampu berkolaborasi dalam tim. Kemampuan menyampaikan masalah yang ditemukan dan solusi yang sudah dilakukan akan membantu tim lebih mudah mencari titik permasalahan sesungguhnya. Mendaftarkan anak ke sekolah coding tentu menjadikan anak tidak pernah merasa sendirian dalam menghadapi masalah. Terbiasa dengan fokus tinggi juga akan membantu anakmu tumbuh menjadi pribadi ceria dan menyenangkan. Mampu menyampaikan pendapat dengan perkataan runut dan mudah dipahami. Kamu tentu tidak mau jika di masa dewasanya anak tumbuh menjadi pendiam dan lebih banyak memendam perasaannya. 5. Membentuk Mental Pantang Menyerah Lembaga konsultasi dan jajak pendapat Redfield & Wilton Strategies, Newsweek dengan 1.500 responden mengungkapkan bahwa mayoritas orang berusia 43 ke atas menilai anak-anak sekarang berperilaku lebih buruk dibandingkan generasi sebelumnya. Salah satu perilaku buruk yang dimaksud tersebut adalah anak yang tumbuh dengan rasa takut, tidak percaya diri, dan mudah menyerah. Perilaku seperti ini lambat laun akan membawa anak pada kecemasan berlebihan, depresi, atau bahkan menuju pergaulan bebas. Melalui coding, perilaku buruk ini dapat diatasi dan diharapkan tidak tumbuh bersamaan dengan perkembangan di masa depan. Coding mengajarkan anak bahwa masalah tidak selalu dapat diatasi dengan satu solusi saja. Perlu ada solusi-solusi lain. Coding membantu anak untuk menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah dan optimis. Perasaan seperti ini sangat penting untuk dimiliki mengingat kita hidup di era yang menormalisasi kelemahan sebagai sesuatu yang harus dipertahankan. 6. Menjadikan Anak Melek Digital Sejak Dini Selanjutnya adalah anak yang terbiasa menjadi generasi melek digital. Kemampuan ini sangat diperlukan agar anak dapat memahami mana yang baik dan mana yang buruk. Terlebih akses internet saat ini yang terbilang mudah didapatkan. Pengawasan orang tua tidak lagi menjadi senjata ampuh untuk menghindarkan anak dari dampak buruk internet. Belum lagi orang tua pasti sibuk dengan kegiatan lain di kantor atau mengurus rumah. Anak harus diajarkan tentang konsekuensi dan dampak buruk yang diterima apabila mengakses informasi yang tidak seharusnya diakses. Melalui coding, proses ini dapat dipelajari secara bersamaan. Anak dapat belajar memilah informasi yang dibutuhkan dari coding, semisal dari game coding seperti Minecraft yang memungkinkan pengguna membuat kode fiturnya sendiri. 7. Meningkatkan Fokus Anak Manfaat coding