
Anak-Anak Belajar Logika dan Problem Solving Tanpa Gadget, Sembari 52 Orang Tua Mengikuti Seminar Parenting
Yogyakarta, 13 Juni 2026 — SD Intis School Yogyakarta menggelar Seminar Parenting bersama 52 orang tua siswa kelas 1, sembari menghadirkan Mini Workshop Unplugged Learning bekerja sama dengan Neon Bit untuk 20 siswa kelas 1 SD. Format paralel ini memungkinkan orang tua fokus mengikuti seminar, sementara anak-anak memperoleh pengalaman belajar berpikir komputasional melalui aktivitas yang sesuai tahap perkembangan mereka.
Dalam workshop, 20 siswa kelas 1 SD mengikuti aktivitas unplugged learning — pengenalan konsep dasar computational thinking tanpa perangkat digital. Melalui tantangan logika, permainan edukatif, dan worksheet yang dirancang sesuai usia, anak-anak belajar mengenali pola, menyusun langkah berurutan, dan menemukan solusi atas suatu permasalahan. Pendekatan ini menjadikan coding sebagai cara berpikir, bukan sekadar keterampilan menggunakan gadget.
Mr. Zen Muhammad Alfaruq, Ketua Panitia Seminar Parenting SD Intis School Yogyakarta, menyampaikan alasan sekolah memilih Neon Bit sebagai mitra kegiatan.
“Kami memilih Neon Bit karena pendekatannya menjawab kekhawatiran banyak orang tua soal gadget, bukan melarang, tapi mengarahkan teknologi menjadi produktif lewat coding dan AI. Workshop ini juga memungkinkan kami menyamakan visi rumah dan sekolah: sementara orang tua fokus di seminar, anak-anak tetap mendapat pengalaman belajar yang bermakna. Kami berharap kolaborasi seperti ini bisa berlanjut agar anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator di era digital.”
— Mr. Zen Muhammad Alfaruq, Ketua Panitia Seminar Parenting, SD Intis School Yogyakarta
Bagi Neon Bit, kolaborasi ini sejalan dengan misi memperkenalkan literasi teknologi sejak dini dengan cara yang relevan bagi anak Indonesia.
“Masalah utama bukan pada durasi penggunaan gadget, melainkan bagaimana gadget digunakan. Ketika anak memanfaatkan teknologi untuk membuat animasi atau game sederhana, teknologi menjadi sarana mengembangkan logika dan problem solving. Pengenalan coding sejak dini bukan untuk menjadikan anak ahli teknologi dalam waktu singkat, melainkan membangun pola pikir yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Ke depan, Neon Bit berkomitmen memperluas program serupa ke lebih banyak sekolah agar makin banyak anak mendapat fondasi berpikir komputasional sejak usia dini.”
— Debby, Program Advisor, Neon Bit
Kegiatan ini hadir di tengah penguatan literasi digital pada pendidikan dasar di Indonesia. Pemerintah melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 telah mengarahkan pengenalan coding dan kecerdasan artifisial sebagai bagian dari pembelajaran sekolah. Dalam konteks ini, format unplugged learning menjadi pintu masuk yang ramah anak memperkenalkan logika komputasional tanpa ketergantungan pada perangkat, sebelum anak beranjak ke praktik coding berbasis layar.

Sebagai lembaga pendidikan Coding & AI di bawah naungan Neutron Yogyakarta, Neon Bit terus menghadirkan program yang menyesuaikan jenjang usia anak 4–18 tahun. Kolaborasi dengan SD Intis School Yogyakarta menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembelajaran teknologi sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah dasar.
Informasi lebih lanjut mengenai program kelas coding anak dapat diakses melalui website Neon Bit Kelas Coding Anak.
Tentang SD Intis School Yogyakarta
SD Intis School Yogyakarta merupakan institusi pendidikan yang berkomitmen menghadirkan pembelajaran holistik melalui kolaborasi aktif antara sekolah, siswa, dan keluarga, dengan fokus pada pengembangan karakter, kreativitas, dan kompetensi masa depan.
Tentang Neon Bit
Neon Bit adalah lembaga pendidikan Coding & AI di bawah naungan Neutron Yogyakarta yang membimbing anak usia 4–18 tahun mengembangkan keterampilan teknologi, kreativitas, dan problem solving melalui pembelajaran berbasis proyek yang interaktif dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
