Berapakah Usia yang Tepat untuk Anak Belajar Coding? Pelajari Lengkap di Sini!

Anak belajar coding bukan hanya mampu memahami dasar-dasar pemrograman, tetapi juga dapat menghasilkan karya yang diakui secara global. Hal ini dibuktikan oleh Max yang berhasil mencetak rekor dunia di usia yang masih sangat muda. Pencapaiannya menunjukkan bahwa usia bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan dalam belajar coding.

Anak Belajar Coding

Bocah 11 tahun bernama Max secara resmi memegang Guinness World Record sebagai anak yang menjadi pengembang game paling muda di dunia.Dalam prosesnya, Max hanya membutuhkan waktu empat jam untuk mengembangkan video gamenya sendiri. Diawasi oleh profesional, Max bekerja tanpa menggunakan bantuan atau dukungan apapun.

Di Indonesia, kita bisa menemukan bocah hebat lainnya yang juga berusia 11 tahun. Bocah itu bernama Able yang berhasil membuat game controller dari kardus dan keyboard. Anda dapat melihat bagaimana kejeniusan Able dalam mengembangkan gamenya sendiri melalui akun TikTok @/the.marestro. Dari Max dan Able, kita dapat memahami bahwa untuk mengembangkan game tidak harus menunggu dewasa terlebih dahulu.

Anak-anak pun juga bisa melakukannya asalkan memiliki pemahaman coding yang kuat. Max dan Able mengajarkan kita bahwa usia belia bukanlah halangan. Lalu, apakah semua anak dapat mempelajari coding saat usia mereka masih 11 tahun?

Berapakah usia ideal untuk anak mulai belajar coding? Silakan simak baik-baik artikel ini untuk mendapatkan jawabannya!

Apakah Anak Bisa Belajar Coding Sejak Usia Dini?

Jawabannya tentu saja bisa. Namun, materi coding serta metode belajar yang diterapkan harus disesuaikan dengan fase usia anak. Anak yang berada di usia dini, misal 4-8 tahun, tentu saja tidak akan mendapatkan materi coding yang rumit atau diarahkan untuk langsung bisa mengetik barisan kode terstruktur menggunakan python.  Metode belajar yang diterapkan fokus pada pemahaman masalah yang baik, mengurutkan langkah sebagai solusi masalah, memecahkan puzzle, mengenali pola sederhana, dan lain-lain melalui metode belajar sambil bermain yang menyenangkan.

Berapakah Usia Ideal untuk Anak Belajar Coding?

Sampai saat ini, belum ada literatur yang mengatakan usia ideal untuk anak belajar coding. Semua itu tergantung pada banyak faktor, mulai dari faktor kondisi anak, materi, dan metode belajar yang diterapkan. Namun, secara umum anak yang ingin belajar coding akan dibagi menjadi empat fase usia. Fase tersebut adalah:

  • Usia 4 – 6 Tahun
    Pada usia ini, anak akan mempelajari coding dari banyak model permainan. Puzzle logika, aktivitas sequencing, unplugged coding, role play, hingga penggunaan Scratch Junior adalah contoh dari model permainan yang diterapkan untuk fase usia ini.
  • Usia 7 – 9 Tahun
    Pada usia ini, anak memang masih akan mempelajari coding dari banyak model permainan. Namun, kemampuan berpikir sistematisnya akan lebih diuji melalui penggunaan platform seperti Scratch maupun Blockly. Pada usia ini, anak bahkan sudah bisa ditantang untuk membuat animasi atau game edukasi sederhananya sendiri. 
  • Usia 10 – 12 Tahun
    Selanjutnya adalah fase usia 10 – 12 tahun. Di fase usia ini, anak akan mulai dihadapkan dengan banyak program coding yang melatih kemampuan analisisnya. Anak mulai dihadapkan dengan materi coding seperti konsep variabel, if-else, looping secara bertahap.
  • Usia 13 Tahun ke Atas
    Terakhir untuk anak usia 13 tahun ke atas atau anak yang secara jenjang pendidikan adalah SMP. Di fase ini, anak akan secara perlahan beralih dari platform visual menuju bahasa pemrograman berbasis teks, seperti Python, HTML, CSS, dan JavaScript dasar. Proyek yang umumnya akan dikreasikan oleh anak di fase usia ini adalah website atau aplikasi sederhana.

Apa Saja Manfaat Belajar Coding Sejak Dini?

Selain dapat membantu anak secara tidak langsung melatih kemampuan literasi digitalnya, belajar coding untuk anak juga memiliki banyak manfaat lain. Berikut ini adalah beberapa manfaat lainnya:

  • Melatih logika berpikir.
  • Mengembangkan kemampuan problem solving.
  • Meningkatkan kreativitas.
  • Melatih fokus dan ketelitian.
  • Membangun kepercayaan diri. 

Silakan baca artikel di bawah ini untuk mengetahui lebih lengkap apa saja manfaat belajar coding untuk anak!

Baca Juga: 7 Manfaat Belajar Coding untuk Anak yang Terbukti Ilmiah

Bagaimana Memulai Belajar Coding untuk Anak?

Pertanyaan berikutnya yang mungkin muncul dalam benak Anda sebagai orang tua, adalah bagaimana memulai belajar coding untuk anak. Anda bisa memulai proses belajar coding ini dari aktivitas sederhana yang sesuai dengan usia dan minat anak. 

Berikut ini adalah beberapa tips dan trik memulai belajar coding untuk anak

  • Sesuaikan dengan Usia dan Minat Anak. Pilih materi coding yang sesuai dengan tahap perkembangan dan ketertarikan anak agar proses belajar terasa lebih mudah dan menyenangkan.
  • Gunakan Platform Visual Seperti Scratch. Platform visual seperti Scratch membantu anak memahami konsep coding melalui blok perintah yang mudah dipelajari tanpa harus menulis kode yang rumit.
  • Mulai dari Proyek Sederhana. Ajak anak membuat proyek sederhana seperti animasi atau game mini agar mereka dapat memahami konsep coding melalui praktik langsung.
  • Jadikan Belajar Sebagai Aktivitas yang Menyenangkan. Ciptakan suasana belajar yang interaktif agar anak tetap termotivasi dan menikmati setiap proses pembelajaran.
  • Ikuti Kelas dengan Mentor Agar Belajar Lebih Terarah. Pendampingan mentor membantu anak memahami materi secara bertahap sekaligus memperoleh arahan yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Mengapa Belajar Coding Perlu Disesuaikan dengan Usia Anak?

Setiap tahap perkembangan anak memiliki kemampuan berpikir yang berbeda. Anak yang berada di usia 4 – 8 tahun, pada umumnya tidak memiliki kemampuan berpikir logis seperti anak yang usianya lebih tua. Oleh sebab itu, materi coding yang didapatkan di setiap fase usia perkembangan anak akan berbeda-beda. Lalu, apa jadinya jika materi coding tidak disesuaikan dengan usia anak?

  1. Anak akan merasa frustasi. Hal ini bisa saja terjadi lebih jika anak usia belia sudah mendapatkan materi coding yang kompleks.
  2. Anak akan merasa kurang termotivasi. Jika anak usia 8 – 10 tahun mendapatkan materi coding untuk usia di bawahnya, tentu saja anak akan merasa bosan karena materi yang diberikan terlalu mudah.
  3. Anak akan kesulitan memahami konsep coding. Materi yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak akan membuat mereka lebih sulit memahami konsep dasar coding sehingga proses belajar menjadi kurang efektif.

Tiga alasan ini sebenarnya sudah cukup untuk menyakinkan Anda mengikutsertakan anak ke kelas coding khusus. Belajar coding di kelas coding akan membantu anak mendapatkan proses belajar yang lebih efektif.

Tips Memilih Kelas Coding Terbaik untuk Anak

Setelah mengetahui bahwa sekolah coding lebih efektif untuk mendukung proses belajar coding anak, beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya tentang bagaimana cara memilih sekolah yang baik. Berikut ini adalah beberapa tips dan triknya:

  • Pilih Kurikulum Sesuai Kelompok Usia. Pastikan materi coding disusun sesuai tahap perkembangan anak agar proses belajar lebih efektif.
  • Pastikan Menggunakan Metode Project Based Learning. Metode ini membantu anak memahami konsep coding melalui pembuatan proyek secara langsung.
  • Gunakan Platform yang Ramah Anak. Pilih platform visual yang mudah dipahami agar anak lebih cepat mengenal konsep coding.
  • Pilih Mentor yang Berpengalaman Mengajar Anak. Mentor yang tepat akan membuat proses belajar lebih interaktif dan mudah dipahami.
  • Perhatikan Rasio Mentor dan Jumlah Peserta. Kelas dengan jumlah peserta yang ideal memungkinkan anak memperoleh pendampingan yang lebih optimal.
  • Pilih Kelas yang Menyediakan Trial Class. Kelas trial membantu orang tua dan anak mengenal metode pembelajaran sebelum mengikuti program reguler.
  • Berikan Kesempatan Anak untuk Mencoba Terlebih Dahulu. Biarkan anak mencoba terlebih dahulu agar mereka mengetahui apakah kelas coding sesuai dengan minatnya.

Nah, di Neon Bit, anak mempelajari coding berdasarkan empat fase usia. Empat fase usia itu adalah 4 – 8 tahun, 8 – 10 tahun, 10 – 15 tahun, dan 15 – 18 tahun. Berikut ini adalah penjelasannya:

  • Usia 4–8 Tahun – Code & Tell: Mengenal logika dasar dan coding visual melalui ScratchJr.
  • Usia 8–10 Tahun – Code & Play: Membuat game sederhana menggunakan Scratch.
  • Usia 10–15 Tahun – Code & Explore: Mengembangkan website dan game 3D melalui proyek yang lebih kompleks melalui roblox studio.
  • Usia 15–18 Tahun – Code & Web: Mempelajari HTML, CSS, dan JavaScript untuk membangun website dan aplikasi. Selain itu, anak juga akan mulai memanfaatkan AI untuk mendukung proses belajar dan meningkatkan produktivitas.

Neon Bit – Kelas Coding Terbaik untuk Anak 

Belajar coding bersama orang tua memang jadi salah satu pilihan terbaik untuk anak. Anak dapat mempelajari konsep dasar pemrograman melalui video, game edukatif, atau proyek sederhana di rumah tanpa merasa tertekan. Selain itu, aktivitas ini juga dapat mempererat bonding antara orang tua dan anak. Sayangnya, metode belajar seperti ini tidak selalu dapat diandalkan. Terlebih jika materi coding yang dipelajari semakin kompleks. Orang tua tentu akan sangat kesulitan menyusun materi belajar yang sistematis, mulai dari tingkatan paling mudah, sedang, hingga sulit. Belum lagi tantangan untuk dapat menyesuaikan materi coding dengan usia anak. Materi coding yang bertebaran di internet masih harus dipilah oleh orang tua. Tentu ini akan jadi PR besar apalagi untuk orang tua yang kurang familiar dengan coding.

Lalu, bagaimana solusi untuk mengatasi masalah ini?

Di sinilah peran kelas atau sekolah coding diperlukan. Di sekolah coding, anak dapat mempelajari materi coding yang sesuai dengan perkembangan usia dan juga tren industri. Selain itu, metode belajar yang diterapkan juga dapat memudahkan orang tua mendapatkan gambaran pencapaian yang telah diraih anak. Metode belajar yang diterapkan umumnya adalah Project Based Learning. Metode ini memungkinkan anak belajar melalui pembuatan proyek nyata, seperti game, animasi, website sederhana, maupun aplikasi interaktif. Pendekatan ini membantu mereka memahami konsep coding sekaligus mengembangkan kreativitas dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Neon Bit, menjadi salah satu sekolah coding anak terbaik yang telah menerapkan pendekatan seperti ini. Anda dapat melihat keseruan anak mempelajari coding di Neon Bit melalui website resminya. Neon Bit menjadi salah satu kursus coding anak yang telah menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Melalui metode ini, anak tidak hanya belajar memahami konsep coding, tetapi juga menerapkannya untuk membuat game, animasi, website, hingga proyek digital lainnya sesuai dengan usia dan kemampuannya. Kurikulum yang digunakan dirancang secara bertahap sehingga cocok diikuti oleh pemula maupun anak yang ingin mengembangkan keterampilan teknologi lebih jauh. Selain mengasah kemampuan teknis, setiap proyek juga membantu anak melatih kreativitas, logika berpikir, dan kemampuan memecahkan masalah. Anda dapat melihat keseruan proses belajar coding di Neon Bit sekaligus mengenal program-program yang tersedia melalui website resminya.

Kesimpulan

Inilah penjelasan lengkap mengenai pertanyaan berapa usia yang tepat untuk anak dapat belajar coding. Perlu diketahui bahwa tidak ada usia yang tepat untuk anak mulai belajar coding. Anak dapat dikenalkan dengan coding apabila materi serta metode belajar yang diterapkan disesuaikan dengan usia perkembangan mereka. Pada usia prasekolah, pembelajaran dapat dimulai melalui permainan logika dan media visual, kemudian berkembang menjadi pembuatan animasi, game, hingga bahasa pemrograman berbasis teks ketika anak memasuki jenjang yang lebih tinggi.

Anak Belajar Coding

Jika Anda ingin mengenalkan coding kepada anak dengan metode yang sesuai usia, memilih tempat belajar yang tepat menjadi langkah penting. Neon Bit menghadirkan pembelajaran coding berbasis Project Based Learning, sehingga anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga belajar membuat game, website, hingga proyek digital sesuai tingkat kemampuannya. Kurikulum disusun bertahap untuk anak usia 4–18 tahun dengan pendampingan mentor berpengalaman. Sebelum mendaftar, Anda juga dapat mengikuti Trial Class untuk melihat langsung pengalaman belajar di Neon Bit. Hubungi tim Neon Bit melalui WhatsApp untuk berkonsultasi dan mendapatkan informasi program yang paling sesuai untuk anak.

Jl. Lowanu No.54, RT.03, Sorosutan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55162

+62 858‑2318‑6507 | info@neon.id

Follow kami

NEON BIT

Jl. Lowanu No.54, RT.03, Sorosutan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55162

+62 858‑2318‑6507 | info@neon.id

Informasi lain

Follow kami